Mengapa Fed Diyakini tak akan Menaikkan Suku Bunga di Rapat Rabu Ini?
:
0
Federal Reserve akan menggelar pertemuan bulanan di bulan Juli pekan ini Rabu (29/7/2026). Foto: Anadolu
EmitenNews.com - Federal Reserve akan menggelar pertemuan bulanan di bulan Juli pekan ini. Pertemuan tersebut berlangsung di tengah harga minyak yang kembali bergejolak akibat tensi konflik Timur Tengah yang kian memanas sepanjang pekan sebelumnya.
Tapi di mata Citi, Fed sangat mungkin akan mempertahankan suku bunga tidak berubah pada pertemuan kebijakan Juli ini meskipun harga minyak sedang naik.
Bahkan bank tersebut menilai pasar terlalu melebih-lebihkan kemungkinan kenaikan suku bunga segera, mengingat data inflasi dan pasar tenaga kerja terbaru menunjukkan tekanan harga yang mulai mereda.
Bahkan beberapa investor berhadap Fed menaikkan suku bunga demi menjaga inflasi. Pasar telah memperhitungkan probabilitas sekitar 30% untuk kenaikan suku bunga menyusul lonjakan harga minyak mentah belakangan ini.
Namun, Citi memperkirakan Fed akan mempertahankan suku bunga, dengan alasan inflasi inti Juni Amerika Serikat yang lebih rendah dari perkiraan dan melambatnya pertumbuhan penggajian membuat kebijakan pengetatan sulit untuk dibenarkan, terutama setelah para pejabat memilih untuk tidak menaikkan suku bunga pada Juni lalu.
Investing.com, Senin (27/7/2026) melaporkan pasar terpecah menjelang keputusan Federal Reserve pada hari Rabu pekan ini. Kenaikan harga minyak telah memicu spekulasi kenaikan suku bunga, namun Citi percaya bahwa tanda-tanda pendinginan inflasi dan moderasi kondisi pasar tenaga kerja akan membuat para pembuat kebijakan memilih untuk menahan suku bunga.
Ciit memperkirakan bahwa keputusan untuk mempertahankan suku bunga, meskipun ada penolakan dari beberapa pejabat yang bersikap hawkish, akan ditafsirkan sebagai dovish oleh para investor, sehingga menurunkan imbal hasil obligasi Treasury dan melemahkan dolar AS.
Bank tersebut memperkirakan akan ada beberapa penolakan dari para pembuat kebijakan yang mendukung suku bunga lebih tinggi, dengan Presiden Fed Cleveland Beth Hammack dan Presiden Fed Dallas Lorie Logan kemungkinan akan memilih untuk menaikkan suku bunga. Citi menyatakan bahwa lebih dari dua suara yang menolak akan ditafsirkan sebagai sinyal hawkish yang lebih kuat.
Hasil yang Dovish
Citi percaya bahwa mempertahankan suku bunga kemungkinan akan dipandang sebagai hasil yang dovish, sebuah sikap bank sentral yang cenderung lunak, pro-pertumbuhan, dan mendukung suku bunga rendah.
Related News
Harga Minyak Anjlok, Aset Safe-Haven Berfluktuasi Tajam
AS Tangguhkan Serangan ke Iran, Harga Minyak Anjlok 7 Persen
Fed Gelar Rapat Pekan Ini Saat Harga Minyak Naik, Suku Bunga Naik?
Danareksa Jadi Pusat Konsolidasi Industri BUMN & Lokasi Sementara PFII
Defisit Migas USD19,7 Miliar, B50 Dinilai Belum Cukup Tekan Subsidi
Salurkan Pinjaman Subsidi Bunga 0 Persen Bank Sumut Mitra Pemkot Batam





