EmitenNews.com - PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV) akan menggelar Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) I dengan target dana maksimal Rp2,537 triliun. Pemegang saham utama PT Nextier Datamate Center (NDC) menyatakan siap mengambil seluruh haknya senilai sekitar Rp1,651 triliun.

Dalam tambahan informasi PMHMETD I, dikutip Kamis (10/9/2026), manajemen MGLV menyebut perseroan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 285.732.512 saham baru dengan nilai nominal Rp20 per saham. Jumlah tersebut setara 13,04% dari jumlah saham perseroan setelah pelaksanaan PMHMETD I.

Harga pelaksanaan ditetapkan Rp8.880 per saham. Setiap pemegang 100 saham MGLV yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada 3 November 2026 pukul 16.00 WIB akan memperoleh 15 HMETD. Setiap satu HMETD memberikan hak untuk membeli satu saham baru.

NDC yang saat ini menguasai 65,10% saham MGLV telah menyatakan akan melaksanakan seluruh HMETD yang menjadi haknya, sebanyak sekitar 186 juta HMETD. Dengan harga pelaksanaan Rp8.880 per saham, dana yang disiapkan NDC mencapai sekitar Rp1,651 triliun.

Dukungan pengendali tersebut menjadi bagian penting dalam aksi korporasi MGLV, mengingat perseroan tidak menunjuk pembeli siaga dalam PMHMETD I. Dengan tidak adanya pembeli siaga, tidak terdapat pihak yang berkewajiban membeli saham baru yang tidak terserap oleh pemegang HMETD maupun pemesan saham tambahan.

MGLV juga mengingatkan pemegang saham lama yang tidak melaksanakan haknya akan mengalami dilusi kepemilikan secara material. Berdasarkan struktur PMHMETD tersebut, tingkat dilusi maksimum mencapai 13,04%.

Adapun dana hasil rights issue akan digunakan terutama untuk memperkuat dan mengembangkan bisnis anak usaha. Sekitar Rp668,607 miliar akan digunakan untuk mengambil alih piutang NDC kepada dua anak usaha MGLV, yakni PT Nextier Askara Center (NAC) sebesar Rp668,447 miliar dan PT Nextier GenAi Center (NGC) sebesar Rp160 juta. Pengambilalihan tersebut mengacu pada Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham dan Piutang tertanggal 2 Juli 2026.

Kemudian sekitar Rp1,6 triliun akan disalurkan sebagai setoran modal MGLV kepada NAC dan NGC selaku anak perusahaan.

Sementara sisa dana akan digunakan sebagai modal kerja, termasuk untuk membiayai kebutuhan operasional sehari-hari seperti gaji dan tunjangan karyawan serta jasa profesional.