Misa Pemberkatan Penyelesaian Atap, Taman Doa Our Lady of Akita Osaka PIK2 Segera Rampung
:
0
Sambutan Steven Kusumo, CEO Agung Sedayu Group dalam acara Misa Pemberkatan Penyelesaian Pemasangan Atap Taman Doa Our Lady of Akita Osaka PIK2. dok. ist.
EmitenNews.com - PIK2 menggelar acara Misa Pemberkatan Penyelesaian Pemasangan Atap Taman Doa Our Lady of Akita Osaka. Ini penanda bangunan gereja di area tersebut akan segera rampung. Ditargetkan beroperasi Desember 2023, taman doa ini akan melengkapi berbagai fasilitas ibadah di PIK2.
Melalui rilis yang diperoleh Senin (6/11/2023), diketahui kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran Direksi Agung Sedayu Group serta para undangan. Acara ini dibuka dengan sambutan dari Steven Kusumo, selaku CEO Agung Sedayu Group. Lalu, dilanjutkan dengan Misa Pemberkatan Penyelesaian Atap, yang dipimpin oleh Romo Patrice J dan Romo Alexander Sisco.
“Taman Doa ini terinspirasi dari Gereja Akita di Jepang, sebuah tempat peristiwa Ilahi, di mana patung Bunda Maria meneteskan airmata sebanyak 101x. Luar biasa sekali. Dalam kunjungan terakhir ke Gereja Akita Jepang, kami bertemu dua orang saksi mata peristiwa tersebut. Dan pengalaman tersebut benar-benar meneguhkan hati kami untuk membangun Taman Doa Akita di PIK2, ” ujar Steven Kusumo, dalam sambutannya.
PIK2 dalam pembuatan Taman Doa Our Lady of Akita ini menggunakan material yang memiliki mutu dan kualitas tinggi. Desain dibuat oleh daiku (ahli kayu) dari Jepang, yakni Ichiro Urano san, saksi mata peristiwa Ilahi patung Bunda Maria meneteskan air mata di Akita, Jepang.
Berdasarkan desain indah itu, lalu dikerjakan secara apik oleh pengrajin-pengrajin lokal Indonesia dari Jepara, Klaten, dan Muntilan. Secara total, nilai kawasan Taman Doa Our Lady of Akita mencapai kurang lebih Rp250 miliar.
Related News
Efek IJEPA: Kuota Bebas Bea Nanas Naik, Saham Agro Siap Mejit
IHSG Meluncur Naik 1 Persen ke Level 6.458, Saham Emas Kompak Ngegas!
Mobil Listrik Bermasalah, Kemendag Panggil BYD Indonesia
Transformasi SDM Topang Kinerja, BTN Borong Empat Penghargaan ini
88 Persen Geotermal Mangkrak, Pemerintah Evaluasi Izin
IHSG Cooling Down, Analis Masih Lihat Peluang Rebound





