Neraca Dagang Surplus, IHSG Kembali Mengaspal Zona Hijau
:
0
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak positif. Mengikuti pergerakan sejumlah bursa regional. Para investor masih akan merespons rilis data neraca dagang Indonesia yang mengalami surplus tertinggi sepanjang sejarah.
Sementara komoditas harga nikel mengalami penurunan, harga batu bara masih solid, dan minyak kembali mengalami kenaikan. ”IHSG akan bergerak pada rentang support 6.610, dan resisten 6.730,” tutur Alwin Rusli, Research Analyst Reliance Sekuritas.
Secara teknikal, IHSG memiliki peluang untuk dapat rebound setelah membentuk candle putih namun masih akan menguji MA 5. Sejumlah saham berpotensi naik untuk perdagangan hari ini antara lain AVIA, WIFI, BOBA, ALDO, APIC, BCIC, BULL, IRRA, TKIM, dan TINS.
Kemarin, IHSG surplus 0,70 persen menjadi 6.644,47. Penguatan bursa didorong sektor energy naik 3,34 persen, basic material 1,13 persen, dan consumer cyclical 1,09 persen. Investor asing mencatat net buy Rp77,68 milliard , dengan saham-saham paling banyak dibeli yaitu BBRI, KLBF, dan ADMR.
Bursa saham Amerika Serikat (AS) positif. Itu didorong rilis data retail sales sesuai konsensus pasar mengurai kekhawatiran perlambatan ekonomi. Saham teknologi seperti Apple dan Tesla berhasil diperdagangkan di zona hijau.
Sementara itu, bursa Asia pagi ini mengaspal zona hijau. Indeks Nikkei menguat 1,31 persen, dan indeks Kospi menguat 0,85 persen. Meski sentimen negatif dari Jepang dengan rilis data GDP kuartal I-2022 minus 0,2 persen secara kuartalan, lebih rendah dari konsensus pasar tekor 0,4 persen. Para investor juga masih menunggu industrial production Jepang Maret dengan konsensus pasar 0,3 persen month on month. (*)
Related News
Akhiri Juni IHSG Rontok Lagi, Market Cap di Bawah 10 Ribu Triliun
Menanti Review S&P Bulan Juli hingga MSCI yang Jadi Overhang Terbesar
Merah Total, IHSG Kembali Terpuruk 2,42 Persen ke 5.679
Susunan Direksi BEI Periode 2026-2030, Ini Nama-Namanya
Baru Buka, IHSG Tetiba Anjlok 1,26 Persen ke 5.747
Vietnam Airlines Bidik Laba Meski Bahan Bakar Melonjak, Garuda Bisa?





