Pasar Nanti BI Rate, IHSG Menuju 6.400
:
0
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada perdagangan sesi 2, Jumat 26 Juni 2026. Photo/Rizki EmitenNews.com
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup menguat 1,74 persen menjadi 6.340. Pasar menanti hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) berdasar konsensus akan menaikkan BI Rate 25 bps menjadi 6 persen.
Selain itu, Juni 2026 pertumbuhan kredit diperkirakan 9 persen YoY dari Mei 2026 sekitar 11,51 persen YoY. Secara teknikal, IHSG berhasil bertahan di atas level 6.300 seiring pembentukan histogram positif MACD terus berlanjut. So, IHSG berpeluang lanjutkan penguatan menuju level 6.375-6.400 pada Rabu, 22 Juli 2026.
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bersama Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menyiapkan serangkaian strategi kebijakan fiskal, dan intervensi pasar untuk menjaga stabilitas ekonomi Indonesia pada semester II 2026. Di antaranya melalui optimalisasi penempatan uang negara pada bank umum guna menjaga likuiditas sektor perbankan domestik.
Pemerintah juga memberi diskon biaya transportasi, dan insentif impor. Langkah itu, untuk menekan biaya operasional industri manufaktur, dan perdagangan. Selain itu, Kemenkeu mengamankan daya beli masyarakat dengan mengintervensi stabilitas harga BBM, dan bahan pangan utama.
Langkah itu, dilakukan pemerintah untuk menopang dunia usaha, dan daya beli masyarakat agar pertumbuhan ekonomi dapat terjaga pada paruh kedua 2026. Pemerintah akan menerbitkan obligasi berdenominasi yuan atau Panda Bonds dengan target penghimpunan dana USD1 miliar pada 23 Juli 2026.
Lianhe Credit Rating telah memberi peringkat obligasi tersebut pada AAA/Stable. Itu merupakan langkah pemerintah untuk melakukan diversifikasi sumber dana pembiayaan. Sementara itu, DPR telah mengesahkan RUU Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) menjadi UU. UU itu, diharap membuka sumber pembiayaan baru bagi pemerintah dalam menarik capital inflow.
Berdasar data dan fakta tersebut, Phintraco Sekuritas menyarankan para investor untuk mengoleksi sejumlah saham andalan berikut. Yaitu, Arkora Hydro (ARKO), Rukun Raharja (RAJA), Bukit Uluwatu (BUVA), Bumi Resources Minerals (BRMS), dan Dian Swastatika (DSSA). (*)
Related News
Saham Chip Dorong Nikkei Cetak Reli, Tembus 67.000
IHSG Konsisten Jalur Hijau, Borong Saham ANTM, SSIA, ENRG, dan PGAS
Saham SpaceX Naik 3 Persen Usai Musk Gertak Short Seller
Pendiri Galeri Seni Ingin Koleksi Saham AGAR
Proyeksi IHSG Menguat, Perhatikan Sentimen Berikut
IHSG Terbang ke 6.340, Emiten Bakrie dan Prajogo Top Gainers LQ45





