EmitenNews.com - Pan Brothers (PBRX) semester I 2026 tekor USD5,74 juta. Anjlok 106,06 persen dari episode sama tahun lalu dengan tabulasi laba USD94,63 juta. Menyusul hasil negatif itu, rugi per saham dasar menjadi USD0,00027 dari sebelumnya surplus USD0,00441.

Kondisi itu, terjadi di tengah lompatan penjualan 12,13 persen menjadi USD134,69 juta dari periode sama tahun sebelumnya USD120,11 juta. Beban pokok penjualan UUSD122,86 juta, mengalami lonjakan dari posisi sama tahun lalu USD109,1 juta. Laba kotor terkumpul USD11,82 juta, menanjak dari sebelumnya USD11 juta.

Beban penjualan USD1,52 juta, turun tipis dari USD1,55 juta. Beban umum dan administrasi USD11,1 juta, bertambah dari USD11,05 juta. Rugi usaha USD804,68 ribu, menciut dari USD1,6 juta. Pendapatan lainnya USD1,25 juta, susut dari USD102,25 juta. Beban keuangan USD4,9 juta, naik dari USD4,83 juta.

Rugi periode berjalan USD5,18 juta, drop dari laba USD93,07 juta. Jumlah ekuitas USD55,03 juta, turun dari akhir tahun sebelumnya USD59,14 juta. Defisit USD284,75 juta, bengkak dari USD281,14 juta. Total liabilitas USD155,25 juta, bengkak dari akhir tahun lalu USD149,77 juta. Jumlah aset USD210,28 juta, melejit dari USD208,91 juta.

Sepanjang perdagangan kemarin, saham PBRX anjlok 7,14 persen alias 2 poin menjadi Rp26 per helai. Sejak awal tahun 2026 alias year to date, saham PBRX telah terpangkas 31,58 persen  atau 12 poin dari edisi 2 Januari 2026 di kisaran Rp38. (*)