EmitenNews.com - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA membidik pertumbuhan kredit hingga 12 persen untuk tahun 2026. Optimisme itu terungkap pasca BCA mencetak pertumbuhan kredit sebesar 12,6 persen secara tahunan (yoy) hingga September 2026.

Direktur BCA, Vera Eve Lim memperkirakan pertumbuhan kredit BCA di tahun 2026 akan melebihi target Rencana Bisnis Bank (RBB). Kendati begitu, pihaknya tidak akan melakukan revisi RBB berkaitan dengan target penyaluran kredit.

Di sisi lain, Vera melihat pertumbuhan kredit hingga 12,6 persen di kuartal III 2026, sehingga BCA memproyeksikan hingga akhir tahun mencapai 10 hingga 12 persen.

“Jadi di rencana awal kami adalah 8-10 persen. Namun mempertimbangkan perkembangan memasuki kuartal ketiga, perkiraan kami terakhir adalah pertumbuhan untuk 2026 bisa mencapai double digit yaitu di kisaran 10-12 persen,” terang Vera.

Ia juga memperkirakan rasio net interest margin (NIM) dan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) akan terjaga di level yang tidak jauh berbeda dari kuartal III 2026.

Adapun saat ini NPL BCA berada di kisaran 1,8 persen di mana angka tersebut tetap terjaga pada rentang 1,8-2 persen.

“Kami memandang NIM dengan pertumbuhan kredit, NIM ini akan terjaga di kisaran yang tidak jauh berbeda dari kuartal ketiga. Dan NPL juga stabil. Hari ini NPL itu ada di kisaran 1,8 persen,” ujarnya.

Kinerja BCA per September 2026

Untuk diketahui, BCA mencatat pertumbuhan kredit 12,6 persen menjadi Rp 1.063 triliun yoy hingga akhir September 2026. Kredit tersebut disalurkan secara prudent ke korporasi, komersial, hingga UKM.

Pertumbuhan penyaluran kredit ditopang oleh likuiditas yang tercermin dari kenaikan giro dan tabungan (Current Account Savings Account/CASA) hingga 10,4 persen menjadi Rp 1.103 triliun hingga kuartal III-2026. Adapun total dana pihak ketiga (DPK) perseroan tercatat naik 8 persen yoy menjadi sebesar Rp 1.301 triliun.