EmitenNews.com - Peluang cuan untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Perum Bulog memastikan lelang 380 ribu ton beras turun mutu untuk diolah menjadi tepung, diprioritaskan bagi pelaku UMKM. Sasarannya mengoptimalkan cadangan pangan pemerintah.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengemukakan hal tersebut dalam keterangannya kepada pers, usai Rapat Koordinasi Terbatas Pangan, di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Senin (26/10/2026).

"Prioritasnya untuk rakyat, UMKM-UMKM. Makanya nanti dijualnya tidak di Jakarta saja. Lelangnya di seluruh Tanah Air," kata Rizal.

Beras tersebut akan disalurkan melalui mekanisme lelang yang saat ini memasuki proses di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) seluruh Indonesia.

Pelaksanaan lelang dilakukan berdasarkan keputusan rapat koordinasi terbatas di Kementerian Koordinator Bidang Pangan. Tujuannya, untuk memastikan pengelolaan stok beras berjalan efektif dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Penting diketahui bahwa beras yang dilelang merupakan stok yang mengalami penurunan mutu, setelah melalui masa penyimpanan lebih dari enam bulan sesuai dengan ketentuan pemerintah.

Pemanfaatan beras tersebut dilakukan agar tidak mengalami kerusakan yang berpotensi menyebabkan kerugian negara akibat berkurangnya kualitas produk pangan.

Nantinya, beras turun mutu tersebut dimanfaatkan oleh pelaku industri sebagai bahan baku, setelah melalui proses pengolahan sesuai kebutuhan masing-masing pengguna.

Harga penjualan tetap mengikuti kebijakan pemerintah dengan mempertimbangkan harga pasar sehingga pelaku usaha masih memiliki ruang memperoleh keuntungan.

Mekanisme Penjualan tidak Hanya di Wilayah Jakarta