Pemilu Parlemen AS Berpotensi Balikkan Emas Jadi Safe Haven
:
0
Ilustrasi Foto: Magnific
EmitenNews.com - Harga emas mencatatkan kinerja tahunan terburuk dalam lebih dari satu dekade. Harga emas merosot dari rekor tertinggi USD5.500 hingga menembus ambang batas USD4.000, dengan total kerugian melebihi 8% sejak awal tahun.
Meski demikian, pelaksanaan pemilihan paruh waktu Amerika Serikat pada Selasa (3/11) mendorong pelaku pasar untuk menghitung ulang arah defisit fiskal serta kebijakan moneter. Sejumlah investor institusional menilai momentum pemilu ini berpotensi menjadi titik awal pembalikan arah pergerakan harga emas.
Kinerja emas tahun ini tertekan oleh dua faktor utama. Pertama, kenaikan imbal hasil riil dan penguatan nilai tukar dolar AS menempatkan emas pada posisi kurang menguntungkan di tengah lingkungan suku bunga tinggi.
Kedua, lonjakan investasi pada sektor kecerdasan buatan menyedot modal ke aset berisiko, sementara kenaikan harga minyak memicu kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi pengetatan kebijakan. Kondisi tersebut mendorong aliran modal secara konsisten ke instrumen obligasi pemerintah.
Dinamika politik di AS turut menjadi perhatian utama para analis pasar. Terkait kondisi politik pascapemilu, Matt Miskin, salah satu kepala strategi investasi di Manulife John Hancock Investments, menyampaikan pandangannya mengenai potensi arah pergerakan pasar.
"Jika tren tahun 2027 mencerminkan tren tahun 2019, pelemahan emas saat ini dapat berbalik," ujar Matt Miskin seperti dikutip dari BigGo Finance pada Selasa (3/11).
Miskin menambahkan bahwa kebuntuan politik dapat mengurangi risiko kebijakan fiskal yang memicu kenaikan imbal hasil riil, sehingga menjadi perkembangan yang sangat positif bagi emas.
Sementara itu, Anthony Saglimbene, kepala ahli strategi pasar di Ameriprise, memberikan peringatan terkait beban fiskal yang harus dihadapi oleh Kongres AS mendatang.
"Terlepas dari komposisi akhir Kongres, Kongres berikutnya harus menghadapi latar belakang fiskal yang berat," kata Anthony Saglimbene.
Saglimbene memperkirakan investor yang khawatir terhadap prospek fiskal AS akan beralih ke aset safe haven selain obligasi pemerintah, dengan emas sebagai instrumen yang siap memperoleh keuntungan.
Related News
Optimisme AS-Iran Ikut Kerek Harga Emas Domestik
Emas Bangkit dari Level Terendah Pascanegosiasi AS dan Iran
Kontrak Berjangka AS Menguat Tipis Jelang Pemilu Parlemen
Harapan Kesepakatan AS-Iran Tahan Penurunan Harga Minyak
Menuju 2027, AllianzGI Soroti Risiko Inflasi dan Peluang Investasi AI
Dugaan Emas 2,2 Kg Hilang, BJB Syariah Sebut Gadai Lunas Sejak 2013





