EmitenNews.com - Adhi Karya (ADHI) per 30 September 2026 mengemas laba Rp15,34 miliar. Melambung 247,05 persen dari periode sama tahun sebelumnya sejumlah Rp4,42 miliar. Menyusul hasil positif tersebut, laba per saham dasar ikut terkerek menjadi Rp1,82 dari sebelumnya Rp0,53.

Pendapatan usaha Rp5,37 triliun, turun tipis 4,95 persen dari episode sama tahun sebelumnya Rp5,65 triliun. Beban pokok pendapatan Rp4,49 triliun, mengalami penciutan dari posisi sama tahun lalu Rp4,82 triliun. Laba kotor terakumulasi Rp876,58 miliar, mengalami lompatan dari sebelumnya Rp833,65 miliar.

Beban penjualan Rp6,75 miliar, susut dari Rp8,9 miliar. Beban umum dan administrasi Rp549,08 miliar, berkurang dari Rp564,26 miliar. Total beban usaha Rp555,84 miliar, turun dari sebelumnya Rp573,16 miliar. Laba usaha tercatat Rp320,73 miliar, melonjak signifikan dari posisi sama tahun lalu Rp260,48 miliar.

Bagian laba ventura bersama Rp332,47 miliar, naik dari Rp321,64 miliar. Bagian rugi entitas asosiasi Rp26,15 miliar, bengkak dari Rp10,81 miliar. Beban keuangan Rp526,06 miliar, bertambah dari Rp523,71 miliar. Pendapatan lainnya Rp51,02 miliar, drop dari Rp107,84 miliar. Beban pajak Rp4,93 miliar dari Rp9,07 miliar.

Laba tahun berjalan Rp15,87 miliar, anjlok dari Rp21,33 miliar. Jumlah ekuitas Rp3,31 triliun, bertambah dari akhir tahun sebelumnya Rp3,29 triliun. Total liabilitas Rp23,46 triliun, turun signifikan dari akhir 2025 senilai Rp25,49 triliun. Jumlah aset Rp26,77 triliun, melorot dari akhir tahun lalu Rp28,79 triliun. (*)