Penjualan EV VKTR Naik 1.777%, Mitsubishi Fuso Berkontribusi Besar
:
0
Penjualan EV VKTR Naik 1.777%, Mitsubishi Fuso Berkontribusi Besar. Dok. VKTR
EmitenNews.com - PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) menutup paruh pertama tahun 2026 dengan pergeseran struktur pendapatan yang menarik untuk dibedah. Perusahaan yang lekat dengan industri komponen otomotif ini mulai menunjukkan tajinya di ekosistem kendaraan listrik komersial. Transformasi ini tecermin kuat pada pembukuan mereka, di mana pertumbuhan pendapatan kotor melesat 55,50%, dari Rp416,89 miliar pada Semester I-2025 menjadi Rp648,25 miliar pada periode yang sama tahun ini.
Menariknya, seiring dengan lonjakan penjualan tersebut, perusahaan juga berhasil menekan angka retur dan diskon penjualan turun 42,78%, dari sebelumnya Rp2,85 miliar menjadi hanya Rp1,63 miliar. Efisiensi ini bermuara pada capaian penjualan bersih yang solid di angka Rp646,62 miliar, atau tumbuh 56,17% dibandingkan capaian Rp414,03 miliar pada tahun sebelumnya.
Sumber Cuan Baru dan Dominasi Pelanggan Kakap
Tulang punggung utama pendapatan VKTR masih disokong oleh lini perdagangan suku cadang dan besi bekas yang tumbuh positif 29,88% menjadi Rp533,53 miliar, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp410,78 miliar. Namun, bintang utama pada paruh pertama tahun ini adalah segmen kendaraan bermotor listrik (EV) berbasis baterai.
Penjualan lini EV mengalami lompatan eksponensial sebesar 1.777,35%, meroket tajam dari sekadar Rp6,11 miliar menjadi Rp114,72 miliar. Hal ini praktis mengerek porsi kontribusi EV terhadap total pendapatan kotor dari yang sebelumnya nyaris tak bersuara di level 1,47%, kini mengambil porsi cukup meyakinkan sebesar 17,70%.
Pergeseran produk ini membawa perubahan besar pada profil pelanggan perusahaan. Tingkat ketergantungan VKTR pada pelanggan besar semakin pekat, di mana porsi penjualan dari pelanggan yang menyumbang lebih dari 10% pendapatan melonjak drastis dari 41,17% (Rp170,43 miliar) menjadi 70,03% (Rp452,90 miliar). PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors memimpin serapan dengan nilai Rp150,95 miliar atau setara 23,34% (naik dari sebelumnya Rp41,92 miliar atau 10,13%). Posisi kedua ditempati PT Mitsubishi Motor Krama Yudha Indonesia sebesar Rp116,68 miliar dengan porsi 18,04% (naik dari Rp43,42 miliar atau 10,49%).
Katalis paling mencolok adalah masuknya Perusahaan Umum (Perum) DAMRI sebagai pelanggan baru langsung ke posisi ketiga. Kontrak pengadaan armada bus listrik B2G ini menyumbang Rp111,66 miliar atau memegang porsi 17,27% dari total penjualan neto, sebuah angka yang pada tahun sebelumnya masih nihil. Sementara itu, porsi PT Hino Motors Manufacturing Indonesia justru mengalami penyusutan nilai transaksi dari Rp85,08 miliar (20,55%) menjadi Rp73,60 miliar (11,38%).
Dua Mesin Operasional: Pabrik yang Stabil dan Perdagangan yang Mulai Gencar
Bila kita membedah isi mesin perusahaan, kinerja VKTR digerakkan oleh dua segmen utama, yakni manufaktur dan perdagangan. Lini manufaktur bertindak sebagai jangkar stabilitas, mencetak penjualan bersih sebesar Rp623,61 miliar, naik dari capaian sebelumnya Rp438,41 miliar. Kenaikan volume ini mengangkat laba kotor segmen manufaktur dari Rp77,15 miliar menjadi Rp102,48 miliar.
Efisiensi operasional di pabrik juga berbuah manis, tecermin dari laba usaha yang naik ke Rp37,56 miliar dari Rp30,62 miliar, serta laba bersih segmen yang tumbuh menjadi Rp34,76 miliar dibandingkan Rp31,05 miliar tahun lalu.
Related News
Kantongi USD 30,7 Juta, ADMR Kembali Tembus Pasar Jepang
Laba Tumbuh Berkat UMKM, Risiko Kredit Korporasi Membayangi BBRI
Adu Dividen vs Transisi Energi Hijau, Lebih Menarik ADRO atau AADI?
Cuan Sewa Listrik Melesat 73%, India Jadi Tujuan Ekspor Terbesar AADI
Singapura Jadi Pelanggan Terbesar ADRO, Disusul Jepang dan Korsel
Laba RANS Naik 11% Bukan karena Kenaikan Pendapatan, Dari Mana?





