EmitenNews.com - Prajogo Pangestu kembali ke pucuk klasemen orang tertajir nusantara. Dengan kekayaan USD16,3 miliar setara Rp290,58 triliun (asumsi kurs Rp17.827 per USD), Prajogo kembali mengenakan mahkota yang sempat dipinjam R Budi Hartono, Grup Djarum. Prajogo hanya butuh 5 hari bursa untuk kembali ke posisi puncak sejak terlempar ke posisi tiga pada 21 Mei 2026.

Berdasar data Forbes The Real-Time Billionaires, Senin, 1 Juni 2026, menyusul tumpukan harta itu, Prajogo mengungguli taipan pemilik Grup Djarum dan BCA R. Budi Hartono dengan nilai kekayaan USD14,7 miliar alias Rp262,05 triliun, dan bos emiten raksasa batu bara Bayan Resources, Low Tuck Kwong dengan pundi harta USD14,2 miliar atau Rp253,14 triliun. 

Kembalinya Prajogo sebagai penguasa lawas orang terkaya nasional tidak lepas dari kinerja apik emiten di lantai Bursa Efek Indonesia. Menyudahi perdagangan Jumat, 29 Mei 2026, saham-saham Grup Barito milik pengusaha Prajogo Pangestu menunjukkan tajinya. Mendominasi daftar top gainers harian. 

Saham Barito Renewables Energy (BREN) melesat 25 persen menjadi Rp3.300, diikuti Petrosea (PTRO) meroket 24,87 persen menjadi Rp4.670, Barito Pacific (BRPT) melonjak 24,76 persen menjadi Rp1.940, dan  Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) menguat 24,75 persen menjadi Rp630.

Selain itu, Chandra Daya Investasi (CDIA) juga ikut menanjak 12,58 persen menjadi Rp850. Praktis hanya Chandra Asri Pacific (TPIA) bergerak kontrak setelah terkontraksi 6,05 persen menjadi Rp1.785. Menariknya, lompatan saham Prajogo merupakan mantan konstituen MSCI. 

Sempat Kehilangan Tahta

Prajogo sempati turun tahta sebagai orang terkaya edisi 21 Mei 2026. Kala itu, R Budi Hartono, menduduki posisi pertama orang terkaya RI dengan kekayaan USD15,58 miliar setara Rp276 triliun. Lalu, disusul tempat kedua ditempati bos batu bara Low Tuck Kwong dengan kekayaan USD15,2 miliar atau Rp269 triliun.

Prajogo Pangestu dengan kekayaan USD13,7 miliar alias Rp242,75 triliun, harus puas lengser ke tempat ketiga setelah 4,5 bulan posisi tersebut tidak pernah terusik. Turun kasta Prajogo menyusul perosotan sejumlah emiten di lantai Bursa Efek Indonesia mengalami tekanan hebat.

Saham-saham emiten milik pengusaha Prajogo anjlok berjamaah dipimpin TPIA merosot 14,66 persen menjadi Rp2.270. PTRO melorot 13,50 persen menjadi Rp3.460, BRPT anjlok 11,05 persen menjadi Rp1.530, CDIA terpangkas 10,64 persen menjadi Rp705, CUAN terpangkas 9,32 persen menjaid Rp535, dan BREN rontok 7,89 persen menjadi Rp2.570 per lembar.

Kekayaan Terpangkas