Red Planet (PSKT) Catat Pendapatan Rp24,43M, Cek Laporan Keuangannya
:
0
Ilustrasi jaringan hotel dalam pengelolaan PT Red Planet Indonesia Tbk (PSKT). Dok. Redplanetindonesia.
EmitenNews.com - Pendapatan usaha PT Red Planet Indonesia Tbk (PSKT) menurun. Emiten bidang perhotelan itu, mencatat pendapatan usaha Rp24,43 miliar hingga 30 Juni 2026, atau turun dari Rp25,02 miliar di periode sama tahun sebelumnya.
Dalam laporan keuangan perseroan seperti dikutip Minggu (26/7/2026) menyebutkan, beban langsung turun menjadi Rp11,29 miliar dari Rp12,63 miliar dan laba kotor naik menjadi Rp13,13 miliar dari laba kotor Rp12,38 miliar.
Untuk beban usaha tercatat Rp17,92 miliar turun tipis dari Rp17,91 miliar dan rugi operasi diderita Rp4,78 miliar turun dari rugi operasi Rp5,53 miliar.
Kemudian rugi sebelum pajak tercatat Rp4,23 miliar turun dari rugi sebelum pajak Rp5,89 miliar. Rugi periode berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk turun menjadi Rp4,46 miliar dari rugi periode berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk Rp5,76 miliar tahun sebelumnya.
Sementara itu, jumlah liabilitas turun menjadi Rp44,25 miliar hingga 30 Juni 2026 dari Rp52,71 miliar hingga 31 Desember 2025.
Sedangkan jumlah aset turun menjadi Rp361,77 miliar hingga 30 Juni 2026 dari Rp374,70 miliar hingga 31 Desember 2025.
RUPS Mengangkat Eka Sastra Sebagai Direktur Utama PSKT
Sebelumnya Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Red Planet Indonesia (PSKT) mengesahkan laporan keuangan 2025, penunjukan Kantor Akuntan Publik, perubahan susunan kepengurusan, serta penetapan remunerasi anggota Dewan Komisaris dan Direksi perseroan tahun 2026.
Rapat pada Jumat, 19 Juni 2026 di Cityloog Hotel Tebet Jakarta itu, menyetujui Eka Sastra sebagai direktur utama menggantikan Suwito. RUPS juga menyetujui Komisaris Utama Albertus Indra Sasmita menggantikan Dinno Indiano yang tetap dalam dewan komisaris perseroan.
Berdasar keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, manajemen PSKT menyampaikan seluruh mata acara RUPS telah disetujui para pemegang saham dihadiri sebanyak 8,5 miliar saham atau mewakili 82,15 persen dari seluruh saham dengan hak suara sah.
Related News
Kementerian PKP Mediasi Sengketa ADCP dengan Konsumen, Ini Hasilnya
Salurkan Kredit Rp11 Triliun, Bos BTPS Bilang ini
Semester I, Emiten Gita Wirjawan (OKAS) Boncos USD1,07 Juta
Sudahi Semester I, ini Rekap Laba dan Pendapatan CFIN
Tercanggih Dunia, ini Keunggulan Smelter Tembaga AMMN
Paruh Pertama 2026, Laba Emiten Lo Kheng Hong (GJTL) Melejit 77 Persen





