EmitenNews.com - Kontrak berjangka saham Amerika Serikat bergerak stabil pada Jumat (2/10) saat investor menanti rilis laporan ketenagakerjaan periode September. Pergerakan pasar keuangan AS ini menjadi sinyal penting bagi pergerakan arus modal dan nilai tukar Rupiah di Indonesia.

Laporan ketenagakerjaan AS diharapkan memberikan petunjuk mengenai kesehatan pasar tenaga kerja sekaligus memengaruhi arah kebijakan moneter Federal Reserve.

Trading Economics pada Jumat (2/10) melaporkan saat ini pelaku pasar memperhitungkan probabilitas sekitar 75 persen bahwa suku bunga acuan Fed akan tetap dipertahankan. Pasar akan membutuhkan ambang batas yang lebih tinggi untuk laporan pekerjaan yang kuat agar dapat memicu spekulasi kenaikan suku bunga Fed bulan ini. 

Selain data ketenagakerjaan, investor global mencermati perkembangan geopolitik seiring langkah AS mempertimbangkan pengerahan kapal induk dan pasukan tambahan ke Timur Tengah. Potensi eskalasi konflik dengan Iran tersebut mengancam pasokan energi regional, yang berisiko menaikkan harga minyak dan memberi tekanan inflasi bagi negara importir energi seperti Indonesia.

Di sektor korporasi global, perusahaan kecerdasan buatan Anthropic dilaporkan tengah menjajaki rencana penawaran umum perdana (IPO) paling awal pada pertengahan November mendatang.

Pada perdagangan reguler Kamis (1/10), indeks S&P 500 menguat 0,19 persen, sedangkan Dow Jones dan Nasdaq Composite masing-masing naik tipis 0,04 persen. Penguatan tipis bursa Wall Street tersebut didorong oleh penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS dari level tertinggi dalam beberapa dekade.(*)