Saham SpaceX Naik 3 Persen Usai Musk Gertak Short Seller
:
0
Saham perusahaan eksplorasi luar angkasa SpaceX (SPCX) pulih lebih dari 3 persen pada perdagangan Selasa waktu AS, mengakhiri tren penurunan berat selama tujuh sesi berturut-turut.(Foto: IG)
EmitenNews.com - Saham perusahaan eksplorasi luar angkasa SpaceX (SPCX) pulih lebih dari 3 persen pada perdagangan Selasa waktu AS, mengakhiri tren penurunan berat selama tujuh sesi berturut-turut. Kenaikan terjadi usai CEO SpaceX Elon Musk melontarkan peringatan keras kepada para penjual saham jangka pendek (short seller) di media sosial.
Berdasarkan data BigGo Finance, saham SpaceX sempat melonjak hingga 8 persen dalam perdagangan intraday ke level tertinggi USD 129,88. Saham kemudian ditutup menguat 3,08 persen pada level USD 123,54 dengan volume perdagangan mencapai 79,3 juta saham.
Kenaikan ini menjadi penguatan harian terbesar sejak 30 Juni, setelah sebelumnya anjlok 21 persen dan menembus harga penawaran umum perdana (IPO) sebesar USD 135.
Katalis utama reli ini adalah peringatan langsung Elon Musk pada platform X. Musk menulis bahwa institusi yang mempertahankan posisi short besar di SpaceX dalam jangka waktu lama memiliki tingkat kelangsungan hidup yang sangat rendah. Pernyataan tersebut membangkitkan ingatan pelaku pasar terhadap aksi short squeeze yang pernah melanda Tesla.
Data S3 Partners mencatat nilai short interest nominal SpaceX mencapai sekitar USD 25 miliar, atau setara 17 persen hingga 32 persen dari saham yang dapat diperdagangkan. Kepala riset S3 Partners menyatakan bahwa para penjual saham jangka pendek terus membangun posisi menjelang laporan pendapatan pertama perusahaan setelah pencatatan saham dan berakhirnya masa penguncian saham.
Pasar kini mencermati potensi tekanan pelepasan saham besar-besaran. SpaceX mengonfirmasi akan melaporkan pendapatan kuartal kedua tahun 2026 pada 4 Agustus.
Pada 6 Agustus, sebanyak 20 persen kepemilikan investor awal atau sekitar 911,5 juta saham senilai USD 112,6 miliar akan memenuhi syarat untuk dijual. Prospektus menunjukkan total saham yang dapat diperdagangkan berpotensi meningkat dari 639 juta menjadi 5,33 miliar saham pada akhir tahun.
Meski dibayangi risiko kelebihan pasokan, mayoritas analis Wall Street tetap optimistis. Analis Macquarie Paul Golding mempertahankan peringkat Beli dengan target harga USD 250 dan menilai penurunan harga sebagai titik masuk menarik.
Data FactSet memperlihatkan lebih dari 80 persen dari 32 analis merekomendasikan Beli. Deutsche Bank juga memulai liputan dengan target harga USD 255 seiring pertumbuhan pengguna internet satelit Starlink yang melampaui 10 juta pengguna global.
Bagi investor di Indonesia yang mencermati dinamika pasar modal global, pemulihan saham SpaceX memberi gambaran tingginya volatilitas saham teknologi pasca-IPO akibat aksi spekulasi short selling serta jadwal pembukaan kunci saham skala besar.(*)
Related News
IHSG Dibuka Nyaris 6.400, Market Cap BEI Tembus Rp11.000 Triliun Lagi!
Saham Chip Dorong Nikkei Cetak Reli, Tembus 67.000
IHSG Konsisten Jalur Hijau, Borong Saham ANTM, SSIA, ENRG, dan PGAS
Pasar Nanti BI Rate, IHSG Menuju 6.400
Pendiri Galeri Seni Ingin Koleksi Saham AGAR
Proyeksi IHSG Menguat, Perhatikan Sentimen Berikut





