Saham SPCX Boncos 45 Persen, Hampir Semua Pembeli Rugi
:
0
Saham perusahaan konglomerat roket, satelit, dan kecerdasan buatan milik Elon Musk, SpaceX, telah anjlok 45 persen dari harga tertinggi pasca-IPO. (Foto: AI)
EmitenNews.com - Kilauan dari penawaran umum perdana (IPO) terbesar dalam sejarah bagi Space Exploration Technologies (SPCX) memudar dengan cepat. Saham perusahaan konglomerat roket, satelit, dan kecerdasan buatan milik Elon Musk ini telah anjlok 45 persen dari harga tertinggi pasca-IPO, menghapus sekitar 1 triliun USD nilai pasar hanya dalam waktu sebulan dan membuat hampir semua pembeli IPO merugi.
Berdasarkan data yang dihimpun dari finance.biggo.com, saham SPCX ditutup pada harga 123,99 USD pada hari Jumat. Nilai tersebut menandai penurunan harian keenam berturut-turut sekaligus titik terendah sepanjang masa yang mendorong harga di bawah level IPO sebesar 135 USD per saham. Aksi jual ini juga mempercepat keuntungan di atas kertas sekitar 4 miliar USD bagi para penjual saham jangka pendek (short seller).
Antusiasme investor terhadap SpaceX tampaknya telah mereda, kata Dex Mullarkey, direktur pelaksana di SLC Management. Ia menambahkan bahwa baik saham maupun obligasi perusahaan tiba-tiba memperhitungkan lebih banyak risiko.
Tekanan pasar meningkat setelah SpaceX membatalkan uji penerbangan Starship pertama pasca-IPO akibat kegagalan fungsi mesin yang memicu pembatalan otomatis. Penundaan ini menggarisbawahi hambatan teknis yang dihadapi sistem roket raksasa, yang menjadi inti perluasan jaringan internet satelit Starlink serta misi bulan NASA.
Selain masalah teknis, berakhirnya masa penguncian (lock-up) saham bulan depan akan membebaskan sekitar 900 juta saham tambahan untuk dijual. Jumlah ini hampir tiga kali lipat dari saham yang beredar saat ini sebesar 640 juta saham. Prospek kelebihan pasokan tersebut memicu kekhawatiran besar di kalangan pemegang saham.
Meskipun terjadi penurunan tajam, sebagian pelaku pasar melihat situasi ini sebagai peluang. Don Kaufman, salah satu pendiri TheoTrade, menyatakan bahwa penurunan harga ini memberikan ruang bagi investor baru. Jika harganya turun hingga 100 USD, saya akan terus membeli sepanjang hari. Valuasinya masih akan jauh di atas 1 triliun USD. Ini adalah perusahaan raksasa, dan akan tetap menjadi perusahaan raksasa, ujar Kaufman.
Bagi Indonesia, kejatuhan saham teknologi global seperti SPCX milik Elon Musk ini dapat memberikan sentimen psikologis negatif terhadap pergerakan saham sektor teknologi dan infrastruktur digital di Bursa Efek Indonesia (BEI). Selain itu, mengingat Indonesia saat ini memanfaatkan layanan satelit Starlink untuk penyediaan internet di wilayah pelosok, dinamika internal dan hambatan teknis Starship berpotensi memengaruhi kepastian jangka panjang pengembangan serta pasokan infrastruktur telekomunikasi berbasis satelit asing di dalam negeri.(*)
Related News
Proyeksi IHSG Lanjut Menguat, Simak Analisa Saham Berikut
IHSG Tembus 6.231, TPIA Naik 9 Persen saat Big Banks Kuasai Transaksi
IHSG Siang Ini Terbang ke Level 6.228, MLPT–PRDL Jadi Top Losers!
Mirae Asset Revisi Target IHSG 2026 ke 6.800 dari Semula 10.500
Awal Pekan, IHSG Dibuka Melejit ke Level 6.200
Wall Street Drop, IHSG Lanjut Menguat





