EmitenNews.com - Delta Giri Wacana (DGWG), perusahaan agribisnis terintegrasi bergerak bidang pestisida, pupuk, benih, alat pertanian, dan distribusi agri-input, mencatat kinerja keuangan solid Semester I 2026 dengan pertumbuhan penjualan, dan laba bersih signifikan. Per 30 Juni 2026, penjualan bersih mencapai Rp2,39 triliun, meningkat 44,77 persen atau sebesar Rp738,58 miliar dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp1,65 triliun.

Seiring pertumbuhan penjualan, laba bruto meningkat 32,66 persen menjadi Rp619,52 miliar dari edisi sama tahun lalu Rp467,00 miliar. Kinerja operasional kuat turut mendorong laba sebelum pajak naik 95,55 persen menjadi Rp140,60 miliar, dibanding periode sama tahun lalu Rp71,90 miliar. Sementara itu, laba tahun berjalan mencapai Rp103,55 miliar, meningkat 93,06 persen dari fase sama tahun lalu Rp53,64 miliar.

Laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga meningkat 91,18 persen menjadi Rp99,72 miliar dari episode sama tahun lalu senilai Rp52,16 miliar, sehingga laba per saham (EPS) naik dari Rp9 menjadi Rp17 per saham. Capaian semester I 2026 itu, mencerminkan efektivitas strategi pertumbuhan melalui penguatan portofolio produk, jaringan distribusi, dan sinergi antarlini bisnis.

”Pertumbuhan kami raih semester I 2026 menunjukkan strategi bisnis berada pada jalur tepat. Peningkatan penjualan berhasil dikonversi menjadi pertumbuhan laba lebih tinggi, mencerminkan efektivitas pengelolaan operasional, dan makin kuatnya sinergi seluruh ekosistem bisnis DGW Group," tegas Denny Loryta Davinci, Corporate Secretary Delta Giri Wacana.

Perseroan optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan hingga akhir tahun 2026 didukung prospek sektor pertanian tetap kondusif. Berlanjutnya implementasi mandatori biodiesel B50, dan arah kebijakan Pemerintah menuju B60 pada 2028 menunjukkan komitmen jangka panjang dalam memperkuat hilirisasi komoditas agribisnis, dan ketahanan energi nasional.

Di sisi lain, berbagai program peningkatan produktivitas, ketahanan pangan diperkirakan akan menjaga pertumbuhan aktivitas budidaya, dan kebutuhan terhadap sarana produksi pertanian. Dengan portofolio produk lengkap, inovasi berkelanjutan, dan jaringan distribusi nasional, perseroan optimistis dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkuat pertumbuhan bisnis sekaligus menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham. (*)