EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyetop perdagangan saham PT Steady Safe Tbk (SAFE) mulai Senin, 31 Agustus 2026. Penghentian dilakukan usai saham emiten mitra operasional bus Transjakarta itu menguat tajam beberapa hari beruntun.

Pjs Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Endra Febri Styawan, dalam keterangan tertulisnya, Kamis 28 Agustus 2026, menyebut suspensi dilakukan sehubungan peningkatan harga kumulatif yang signifikan.

"Tujuan penghentian sementara saham SAFE adalah dalam rangka cooling down sebagai bentuk perlindungan bagi Investor," ujar Endra.

ARA Beruntun, Melesat 77,66% dalam 3 Hari

Berdasarkan data RTI, saham SAFE ditutup naik hingga mentok Auto-Reject Atas (ARA) pada 24 Agustus 2026 di level Rp492 atau naik 24,87%. Penguatan berlanjut pada 26 Agustus 2026 ke level Rp615 atau naik 25%. 

Pada 27 Agustus 2026 saham SAFE kembali menguat 9,76% ke level Rp675. Terakhir pada 28 Agustus 2026, SAFE ditutup naik 3,70% ke level Rp700.

Secara akumulatif, saham SAFE melesat 77,66% hanya dalam 4 hari perdagangan dari level Rp394 pada 21 Agustus 2026 ke Rp700 pada 28 Agustus 2026.

Suspensi Berlaku di Pasar Reguler dan Tunai

BEI menghentikan perdagangan saham SAFE di Pasar Reguler dan Pasar Tunai mulai 31 Agustus 2026 sampai dengan pengumuman bursa lebih lanjut.

"Dengan tujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya," jelas Endra.