EmitenNews.com - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi menegaskan bahwa reformasi pasar modal akan tetap berjalan. Sekalipun di tengah usulan reklasifikasi Indonesia dari Emerging Market ke Standalone Market oleh MSCI.

Ia pun mendukung apa yang disampaikan Presiden Prabowo bahwa Indonesia tak akan gentar dengan apapun yang diumumkan MSCI.

“Reformasi modal jalan terus, supaya pasar modal Indonesia itu semakin kredibel. Makanya reformasi kita lakukan, semakin kredibel semakin likuid, semakin transaparan dan menjadi rumah untuk long-term investment buat masyarakat Indonesia,” kata Kiki, sapaan akrabnya, Rabu (21/10) malam.

Ia juga menyatakan bahwa reformasi yang dilakukan bukan karena disebabkan satu global index provider tertentu, melainkan memang telah menjadi rencana sejak awal tahun.

“Kita kan melakukan perbaikan bukan karena satu global index provider tertentu, tapi memang niat kita dari Januari sesuai arahan Bapak Presiden kita melakukan perbaikan-perbaikan yang masih kurang, soal integritas, transparansi, likuiditas,” ujarnya.

Di sisi lain, Indonesia masih dianggap cukup baik dibandingkan negara-negara yang masuk dalam daftar standalone market.

"Kalau Mas lihat data-data dibandingkan negara lain, kita cukup baik kok, gitu. Mungkin ada yang masih belum, ya itu tentang eh belum belum belum sebagaimana yang diharapkan tentang enforcement, ya kan? Tapi kan kemarin, Jumat kemarin udah kita umumkan denda terbesar sepanjang sejarah pasar modal," jelasnya.

Kiki juga mengatatakan bahwa kondisi pasar Indonesia masih layak bertahan di Emerging Market.

"Kita tetap berusaha supaya Indonesia tetap emerging market. Makanya kita semua didukung oleh Bapak Presiden, semua kementerian tadi, gimana Indonesia tetap bisa perbaikan dan bisa moga-moga tetap bisa di posisi sekarang," ucapnya.

Sebelumnya Presiden Prabowo mengatakan bahwa Indonesia tak gentar dengan ancaman penurunan market oleh MSCI.

"Macam-macam ya kan (tantangan). Dia (MSCI) mau takut-takuti kita. Saya hanya katakan kepada MSCI, bangsa Indonesia tidak takut siapapun dan tidak akan gentar," kata Prabowo saat membuka Sidang Kabinet Paripurna di Jakarta, Rabu (21/10).