EmitenNews.com - Target PT Pertamina Patra Niaga dalam 1-2 tahun ke depan, seluruh produk bahan bakar minyak (BBM) jenis gasoline menggunakan campuran etanol. Rencana tersebut menjadi bagian dari dukungan Pertamina terhadap kebijakan pemerintah dalam mempercepat pemanfaatan bahan bakar nabati dan transisi energi.

Dalam keterangannya yang dikutip Sabtu (12/9/2026), Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, mengatakan implementasi tersebut masih menunggu kebijakan pemerintah yang saat ini tengah disiapkan.

"Pemerintah sedang menggodok kebijakannya dan insya Allah mungkin dalam 1–2 tahun ke depan, semua produk gasoline akan berbasis etanol," ujar Eko Ricky Susanto, di Fuel Terminal Rewulu, Yogyakarta, Jumat (11/9/2026).

Penggunaan etanol dalam gasoline menjadi salah satu instrumen Pertamina dalam mendukung agenda transisi energi, khususnya melalui peningkatan pemanfaatan sumber energi berbasis nabati.

"Ini salah satu yang nanti bagian dari transisi energi juga, penggunaan nabati berbasis etanol untuk BBM, khususnya yang BBM gasoline," katanya.

Pertamina telah memasarkan Pertamax Green 95 dengan kadar etanol 5 persen atau E5. Produk yang diluncurkan pada 2023 tersebut telah tersedia di seluruh provinsi di Pulau Jawa, yakni Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Sejauh ini, pasokan Pertamax Green 95 masih berasal dari terminal BBM di Surabaya. Lokasi tersebut dipilih karena memiliki akses yang lebih dekat dengan sumber pasokan etanol yang diproduksi PT Energi Agro Nusantara (Enero) di Mojokerto.

Dalam meningkatkan kadar campuran etanol, Pertamina Patra Niaga mulai menyiapkan sarana dan prasarana di terminal BBM. Persiapan tersebut diperlukan karena proses blending etanol membutuhkan fasilitas penyimpanan dan penanganan yang sesuai dengan karakteristik komoditas tersebut.

“Kesiapan dari sisi sarana prasarana dari terminal, handling-nya harus benar-benar bagus, dari kita juga harus menyiapkan tangki maupun juga sarana blending-nya juga harus disesuaikan," jelas Eko.

Pengembangan gasoline berbasis etanol akan diselaraskan dengan kebijakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), termasuk roadmap mandatori bioetanol.