EmitenNews.com - Sepanjang semester I 2026, PT Sarana Menara Nusantara (SMN) Tbk (TOWR) mengemas pendapatan operasional konsolidasi mencapai Rp7,2 triliun, meningkat 12,7 persen dari periode sama tahun sebelumnya. 

EBITDA mencapai Rp5,58 triliun tumbuh 4,8 persen, sementara laba bersih tercatat mencapai Rp1,86 triliun, meningkat 12,4 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

CEO SMN Group, Aming Santoso menerangkan kinerja tersebut mencerminkan resilien bisnis model TOWR yang didukung aset terintegrasi. Selama paruh pertama 2026, perseroan mampu menghasilkan arus kas yang dapat diprediksi, didukung oleh model bisnis yang memiliki kontrak sewa jangka panjang yang tidak dapat dibatalkan (non-cancellable) serta basis pelanggan yang tersebar luas hampir di seluruh Indonesia. 

“Hingga saat ini pendapatan kontraktual jangka panjang Perseroan memiliki nilai lebih dari Rp 100 triliun hingga tahun 2045 atau sekitar 9x dari pendapatan Perseroan di tahun 2025,” ujar Aming.

Ia juga menjelaskan, saat ini TOWR memiliki sekitar 36.892 tower dan jaringan kabel optik sepanjang 182.559 km serta didukung VSAT dan kabel bawah laut sebagai infrastruktur penunjangnya. 

Aset tersebut digunakan untuk memberikan layanan penyewaan menara dengan jumlah tenant 61.038 atau dengan kata lain tenancy ratio 1,65 kali layanan fiber to the tower layanan fiber to the home sekitar 1,86 juta home pass dan layanan solusi konektivitas sekitar 28.153 aktivasi di berbagai daerah di Indonesia.

Sementara itu, Direktur TOWR Indra Gunawan menyampaikan ke depan TOWR berpotensi menangkap peluang pertumbuhan dari pengembangan Fixed Wireless Access (FWA) serta pemanfaatan spektrum baru oleh operator telekomunikasi.

Dan hingga saat ini, TOWR telah mengantongi pesanan sekitar 2.000 menara/titik dari operator mitra dan saat ini sedang dalam proses pembangunan.

“Nah ini dalam proses pembangunan semoga bisa lancar dibangun dan memberikan benefit kepada kita semua,” katanya.