United Tractors Catat Penjualan Alat Berat Hingga April 2022 Tumbuh 29 Persen
:
0
EmitenNews.com — Ditopang penjualan alat berat untuk sektor pertambangan yang mendominasi, PT United Tractors Tbk (UNTR) berhasil membukukan pertumbuhan penjualan alat berat dan batu bara sepanjang empat bulan 2022.
Adapun melansir keterangan resmi perseroan, Jumat (27/5) UNTR sepanjang tahun sampai April 2022 tercatat penjualan alat beratnya melesat dari 1.153 unit dibandingkan dengan year to date (ytd) April 2021, menjadi 2.062 unit pada ytd April 2022. "Capaian penjualan bulanan pada April 2022 sendiri sebanyak 368 unit atau 29 persen dari total penjualan selama tiga bulan berjalan," jelas Sara Loebis, Sekretaris Perusahaan UNTR.
Secara total, dalam tiga bulan penjualan Komatsu paling banyak ke sektor tambang 61 persen, 12 persen ke sektor kehutanan, 18 persen ke sektor konstruksi, dan 9 persen ke sektor agro. Selanjutnya, untuk bisnis kontrak pertambangan melalui Pamapersada Nusantara, produksi batu baranya turun dari 37 juta ton pada periode empat bulan berjalan 2021 menjadi 32,3 juta ton sampai April 2022.
Kemudian, untuk volume penjualan batu bara Tuah Turangga Agung juga tercatat turun dari 4,61 juta ton pada ytd April 2021 menjadi 3,99 juta ton pada ytd April 2022. Capaian ytd April 2022 ini didominasi penjualan pada Februari 2021 yang melesat 1,43 juta ton dengan perincian 1,18 juta ton thermal coal dan 251.000 ton coking coal.
Sementara pada April 2022 tercatat penjualan batubara thermal mencapai 702.000 ton dan 344.000 ton coking coal. Selain itu, pada bisnis penjualan emas UNTR mencatat penjualan 23.000 GEOs untuk April 2022. Adapun, sepanjang 2022 penjualannya mencapai 97.385 GEOs, turun dari periode yang sama 2021 mencapai 124.030 GEOs.
Related News
TAMA Mendadak Batal Jual Aset Rp64,5 Miliar di Jaksel, Simak Alasannya
Pendapatan Ambles 51 Persen, OASA Masih Rugi Rp42,78 Miliar di 2025
Jatuh Tempo 4 Juli, Mandiri Amankan Dana Rp1,95T Lunasi Green bond
Tantang Dominasi YUPI, Akasha (ADES) Bidik Pasar Gummy Rp15 Triliun
Raffi-Nagita Pegang Kendali, VISI Copot Komisaris Utama dan 1 Direksi
Rogoh Rp661,34 Miliar, Samuel Sekuritas Serok 7,35 Persen Saham RLCO





