EmitenNews.com - Setelah proses inbreng atau pengalihan saham semua perusahaan BUMN ke Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Chief Executive Officer (CEO) BPI Danantara, Rosan Perkasa Roeslani berharap sentimen positif publik bisa terus terjaga. Sentimen positif terhadap Danantara diharapkan bisa terus berkembang untuk jangka panjang.

"Harapannya nanti semuanya berjalan lancar di Danantara, prosesnya baik, semangatnya juga positif. Kita akan selalu menjaga itu sehingga sentimen positif ini bisa terus terjaga. Ini bisa kami buktikan dengan mengutamakan rata kelola usaha yang benar, transparansi, akuntabilitas, dan juga integritas," ujar Rosan Roeslani yang juga menteri investasi dan kepala BPKM Kabinet Merah Putih saat open house di rumah dinasnya di wilayah Widya Chandra, Jakarta Selatan, Selasa (1/4/2025). 

Pengalihan saham BUMN ke Danantara sedang berlangsung. Hingga akhir Maret lalu, sejumlah BUMN sudah mengalihkan sahamnya ke Danantara. 

Di antaranya, PT PLN yang sudah mengalihkan sebanyak 150.535.095 saham atau setara Rp150,536 triliun. Saham itu akan menjadi tambahan penyertaan modal negara di PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI). BKI merupakan holding operasional Danantara. 

Sebelum PLN, pengalihan saham dari pemerintah ke BKI telah dilakukan atas sejumlah saham BUMN. Antara lain PT Bank Mandiri (Persero) TbK (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN). 

Ada pula pengalihan saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), dan PT Jasa Marga Tbk (JSMR). 

Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengatakan, pemilihan BKI sebagai holding operasional berdasarkan aturan dalam UU BUMN yang menyebut bahwa holding terdiri dari 99 persen kepemilikan Danantara. 

Sedangkan 1 persennya dimiliki oleh pemerintah atau Kementerian BUMN. Sehingga, pemerintah memilih pendekatan assisting demi menghindari terjadinya setoran modal pada kepemilikan 1 persen dari BUMN terhadap total aset yang dikonsolidasikan.

"Parameter yang kita pilih adalah perusahaan-perusahaan yang paling sehat secara finansial dan memutuskan memilih BKI," kata Dony Oskaria, 24 Maret 2025. 

Setelah inbreng semua BUMN masuk BKI, Danantara akan memetakan kembali BUMN tersebut untuk konsolidasi bisnis sekaligus meninjau ulang holding BUMN yang ada. 

Seperti diketahui Presiden Prabowo Subianto telah menunjuk Rosan Perkasa Roeslani sebagai CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) yang diluncurkan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (24/2/2025).

"Ini tugas yang sangat mulia karena mempunyai tujuan sangat mulia dan tentunya ini menjadi usaha kita bersama agar tujuan dan usaha yang mulia ini bisa berhasil," ungkap mantan Ketua Umum Kadin Indonesia itu dalam konferensi pers usai peluncuran.

Danantara akan menjadi 'investment arm' dari pemerintah. Perannya yang pertama adalah optimalisasi aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Hasil optimalisasi akan digunakan dalam investasi terhadap banyak sektor untuk mendukung perekonomian yang berkelanjutan dan inklusif.

"Pesan dari Bapak Presiden bahwa Danantara ini harus dijalankan dengan tata kelola pusat yang benar, good governance, kehati-hatian, transparan dan penuh dengan integritas," kata Rosan Roeslani.

Hal ini menjadi penting karena mengingat total dana kelolaan Danantara mencapai USD900 miliar. Seluruh masyarakat Indonesia harus mendapatkan manfaat dari Danantara.

"Ini adalah aset yang kita harus jaga, yang harus kita kembangkan sehingga dapat dirasakan juga oleh anak cucu kita ke depannya," papar Rosan Roeslani.

Rosan didampingi oleh Dony Oskaria yang menjabat sebagai Direktur Operasional atau Chief Operating Officer (COO) dan Pandu Sjahrir sebagai Direktur Investasi atau Chie Investment Officer (CIO). ***