Usai WBSA, Kini Giliran TCPI Kena Cap Saham HSC
:
0
Mainhall BEI.
EmitenNews.com - Setelah awal bulan Mei lalu, Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan cap HSC kepada PT BSA Indonesia Logistics Indonesia (WBSA), kini giliran PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) yang mendapatkannya.
High Shareholding Concentration (HSC) atau disebut juga sebagai status kepemilikan saham terkonsentrasi merupakan sebuah kondisi di mana kepemilikan saham suatu perusahaan publik terpusat pada segelintir pihak atau kelompok pemegang saham tertentu, sehingga jumlah saham yang beredar di masyarakat alias saham publik atau free float sangat tipis.
Berkaitan dengan TCPI, BEI menyematkan status HSC disebabkan saham perseoran dimiliki oleh sejumlah tertentu pemegang saham yang secara agregat menguasai 94,10% dari total saham.
Pengumuman itu tertulis dalam Pengu-00011-HSC/BEI.WAS/05-2026 yang ditandatangani oleh Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, yakni Kristian Manullang.
Berdasarkan dokumen yang diunggah pada 30 Mei 2026 tersebut, meski dicap sebagai HSC hal itu tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku di pasar modal terhadap emiten terkait.
“Berdasarkan metodologi penentuan kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atas struktur kepemilkan saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat per tanggal 25 Mei 2026, saham perseroang dimiliki sejumlah tertentu dengan agregat menguasai 94,10 persen saham TCPI,” tulis BEI, dikutip Senin (1/6/2026).
Sekadar diketahui, di bulan yang sama yakni Jumat (8/5/2026), BEI juga menyematkan status HSC terhadap saham WBSA. Hal itu ditengarai imbas saham perseroan dimiliki sejumlah tertentu pemegang saham yang menguasai 95,82%.
Selain itu, BEI juga telah menyematkan status HSC terhadap sejumlah saham lainnya hingga saat ini. Adapun daftarnya yakni sebagai berikut;
- ROCK (PT Rockfields Properti Indonesia Tbk) - 99,85%
- IFSH (PT Ifishdeco Tbk) - 99,77%
- SOTS (PT Satria Mega Kencana Tbk) - 98,35%
- AGII (PT Samator Indo Gas Tbk) - 97,75%
- BREN (PT Barito Renewables Energy Tbk) - 97,31%
- MGLV (PT Panca Anugrah Wisesa Tbk) - 95,94%
- DSSA (PT Dian Swastatika Sentosa Tbk) - 95,76%
- LUCY (PT Lima Dua Lima Tiga Tbk) - 95,47%
- RLCO (PT Abadi Lestari Indonesia Tbk) - 95,35%
Related News
Catat! Daftar Lengkap Perpindahan Papan Pencatatan Emiten di BEI
Bos BEI Beberkan Benefit Masuk Papan Tier Teratas di Bursa
Nihil Perkembangan, BEI Gembok Saham Sky Energy (JSKY)
26 Saham Naik Panggung Utama, Hijrah dari Papan Pengembangan (DBX)
18 Saham Turun Kelas dari Papan Utama ke Pengembangan, Ada GOTO–SMMA
Bursa Calon Direksi BEI, Kok Masih ada Nama Oki Ramadhana dan Laksono





