Dua Saham Baru Masuk LQ45, BEI Coret SMGR dan TOWR
:
0
Logo IDX atau Bursa Efek Indonesia (BEI).
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali merombak daftar penghuni Indeks LQ45 melalui evaluasi mayor bulan Juli 2026, Senin (27/7/2026). Berdasarkan evaluasi tersebut, dua saham baru masuk dalam jajaran indeks saham yang paling likuid di bursa.
BEI menetapkan PT Indika Energy Tbk (INDY) dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) sebagai penghuni baru daftar LQ45. Sementara PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) resmi dikeluarkan dari indeks tersebut.
Sebagai penghuni baru, INDY memiliki rasio free float sebesar 27,71% dengan bobot indeks sebesar 0,25%. Sedangkan NCKL, merupakan salah satu penghuni yang sempat terlempar di evaluasi mayor sebelumnya. Kini, ia resmi ‘pulang’ ke ‘rumahnya’ di Indeks LQ45 dengan rasio free float sebesar 11,91% dan bobot indeks sebesar 0,46%.
Adapun seluruh perubahan dalam Indeks LQ45 akan efektif mulai periode 3 Agustus 2026 hingga 30 Oktober 2026.
Sepanjang year to date, saham INDY terpantau menguat 17,41% atau naik 390 poin ke level 2.630, sedangkan saham NCKL justru terus menyusuri zona merah, melemah 25,33% atau turun 285 poin ke level 840.
Sementara pada perdagangan Senin (27/7), INDY ditutup menguat 6,48% atau naik 160 poin sedangkan NCKL ditutup melemah 1,18% atau turun 10 poin.
Untuk diketahui, indeks LQ45 merupakan salah satu indeks saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang berisi 45 saham pilihan yang punya likuiditas tinggi, market cap besar dan fundamental sehat. Evaluasi mayor indeks dilakukan BEI secara rutin setiap Januari, April, Juli, dan Oktober. ***
Related News
Daftar Terbaru Indeks Kompas100, BREN Keluar BNBR Masuk
BEI Umumkan Daftar Terbaru Saham LQ45, IDX30 dan IDX80
OJK Beber 4 Pilar Utama Roadmap Pasar Modal Berkelanjutan 2026-2030
ETF Emas Segera Meluncur, BEI Kantongi Minat dari Sejumlah AB
Tarik Portofolio Asing dengan Iming-iming Insentif, Ini Penjelasan BI
Porsi Kepemilikan Asing di SRBI Naik Jadi 27,11 Persen, Total Rp288T





