Wall Street Dibuka Melemah, Cemas Harga Minyak dan Bunga Fed
:
0
Wall Street yang baru kembali dari libur panjang akhir pekan ini tertekan oleh tingginya harga minyak dunia yang memicu kecemasan inflasi serta spekulasi kenaikan suku bunga acuan.(Ilustrasi Foto: Magnific)
EmitenNews.com - Kontrak berjangka saham Amerika Serikat melemah pada perdagangan Selasa (8/9/2026). Pergerakan bursa Wall Street yang baru kembali dari libur panjang akhir pekan ini tertekan oleh tingginya harga minyak dunia yang memicu kecemasan inflasi serta spekulasi kenaikan suku bunga acuan.
Tekanan di pasar saham global tersebut dipicu oleh eskalasi konflik Timur Tengah serta dinamika kebijakan moneter global yang turut membayangi pergerakan pasar modal Indonesia.
Berdasarkan laporan Trading Economics, lonjakan harga minyak mentah terjadi setelah aksi saling serang antara militer AS dan Iran sepanjang akhir pekan. Selain ketegangan geopolitik, sentimen pasar kian tertekan oleh pengenaan tarif balasan Kanada terhadap barang-barang AS senilai sekitar USD20 miliar yang resmi berlaku pada Selasa.
Dari sektor kebijakan moneter, pelaku pasar memperkirakan adanya peluang sebesar 60% bagi Federal Reserve (The Fed) untuk menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada pekan depan.
Prospek pengetatan suku bunga The Fed serta ancaman inflasi berbasis energi ini menjadi perhatian pasar terkait dampaknya bagi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah di tanah air.
Di ranah korporasi internasional, penyedia layanan hailing Uber menunjuk jajaran perbankan untuk menemui investor pada pekan ini. Langkah tersebut dilakukan guna mempersiapkan rencana penjualan obligasi berdenominasi euro perdana milik perusahaan.
Sementara itu, perusahaan farmasi Novo Nordisk menghentikan dua uji coba tambahan untuk obat eksperimental penyakit jantung. Keputusan ini menjadi pukulan lanjutan bagi prospek pengembangan lini pengobatan medis korporasi global tersebut.(*)
Related News
Pemerintah Cabut IUP PT KEL, Rosan Perkasa Ungkap Kepastian Hukum
Anggaran Terkuras, Negara Ini Pertimbangkan Akhiri Subsidi Bensin
Rupiah Menguat Tipis Terhadap Dolar AS Pagi Ini
Gagal Bayar Kupon, Surat Utang POST Masuk Status Default
Emas Antam Anjlok Empat Hari Beruntun Terseret Global
Emas Anjlok Dekati USD4.000, Likuidasi AI Jadi Pemicu





