Wartawan Doyan Judi Online, Dewan Pers Minta Namanya Dibuka Saja
:
0
Ilustrasi judi online. dok. Detiknews.
EmitenNews.com - Wartawan pecandu judi online ternyata ada juga. Khawatir mereka mengaku-aku wartawan, Dewan Pers meminta satuan tugas pemberantasan judi online membuka secara terang temuan perihal dugaan keterlibatan 164 jurnalis terlibat main judi online itu. Dewan Pers terang-terangan mempertanyakan data Satgas Judi Online itu, apa benar adanya. Intinya, apakah benar ratusan orang itu berprofesi sebagai wartawan.
Dalam keterangannya kepada pers, seperti dikutip Kamis (27/6/2024), anggota Dewan Pers, Totok Suryanto, meminta agar satgas membuka nama wartawan yang disebut tersangkut judi online tersebut.
Totok Suryanto, yang juga Ketua Komisi Hubungan Antarlembaga dan Luar Negeri Dewan Pers, mengkhawatirkan, jangan sampai orang lain yang melakukan perbuatan tercela itu, dan masyarakat berprasangka bahwa semua wartawan terlibat dalam kasus judi online.
Bagaimana pun, menurut Totok Suryanto, terlibat dalam judi online adalah tindakan buruk,dan bertentangan dengan hukum. Sesuatu yang tidak diperbolehkan oleh hukum.
Selain itu, tindakan itu bertentangan dengan marwah seorang yang bekerja sesuai fungsinya, yakni melakukan kontrol sosial. "Dan kedua, jurnalis itu tidak ada hubungannya dengan judi online."
Tugas jurnalis sebagai kontrol sosial, tidak hanya mengontrol atau melayangkan kritik kepada pemerintah. Tetapi profesi itu juga harus melontarkan kritik kepada masyarakat, jika melanggar hukum.
"Intinya, manakala masyarakat kita mengarah pada tindakan-tindakan tidak baik," katanya.
Dewan Pers sebagai dewan etik berharap agar semua wartawan menjunjung tinggi etika profesi. Yaitu, yang disebut sebagai Kode Etik Jurnalistik atau KEJ.
“Sehingga tindakan dalam profesinya tidak bertentangan dengan tugas utama wartawan, pengontrol sosial. "The watch dog," ujar dia.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Hadi Tjahjanto, mengatakan praktik judi online telah merambah ke berbagai profesi, termasuk jurnalis. Berdasarkan laporan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), sedikitnya ada 164 jurnalis terlibat praktik judi online ini.
Related News
Bank BSN Perkuat Ekosistem Emas Syariah, Buka Peluang Investasi Berkah
Geledah Rumah Anak Buah Menteri Nusron Wahid, KPK Temukan Petunjuk
Keracunan MBG Masih Terjadi, Kepala BGN Sudaryono Sodorkan Fakta Ini
Diakui BPS, Konten Kreator Hingga Analis Kriptografi Masuk KBJI 2026
Dicecar DPR Soal Dana Rp106T Baru 3 Kopdes Beroperasi, Ini Kata Menkop
Pemerintah Pertimbangkan Aturan Pembatasan BBM Bersubsidi





