EmitenNews.com -  PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) mengindikasikan pembagian dividen jumbo untuk tahun buku 2025, dengan total nilai mencapai sekitar Rp52,56 triliun atau setara 92 persen dari laba bersih.

Merujuk informasi resmi website BBRI, perseroan menakar estimasi laba bersih konsolidasi yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp56,65 triliun untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025. Dari jumlah tersebut, dividen yang diusulkan minimal sebesar Rp343,4 per saham, dengan sebagian laba tetap ditahan untuk mendukung ekspansi usaha.

Dengan jumlah saham beredar sebanyak 151.559.001.604 lembar, total dividen yang berpotensi dibagikan diperkirakan mencapai Rp52,56 triliun.  

Adapun, BBRI sebelumnya telah membagikan dividen interim sebesar Rp137 per saham pada 15 Januari 2025 dengan total Rp20,63 triliun.  

Jadi, apabila melansir Stockbit Sekuritas, indikasi mengenai dividen final yang diusulkan diperkirakan mencapai minimal Rp206,4 per saham (dari kalkulasi Rp343,4 - Rp137), sehingga secara total mengarah pada Dividend Payout Ratio (DPR) sekitar 92 persen atau lebih tinggi dibandingkan 86 persen pada tahun sebelumnya.  

Jika mengacu nominal dividen mendatang di nominal Rp206,4 per saham pada harga saham terkini di intraday Rabu (25/3) di Rp4.360, maka indikasi imbal hasilnya akan berada di sekitar 4,73 persen.

Sebagai informasi, rencana pembagian dividen ini masih menunggu persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 10 April 2026.

Dari sisi fundamental, rasio kecukupan modal (Cost Adequacy Ratio/CAR) BBRI tercatat tetap solid di level 14,70 persen, di atas ketentuan regulator sebesar 14 persen dan juga melampaui risk appetite internal sebesar 17 persen. Ke depan, perseroan menargetkan CAR berada di kisaran 20 persen sembari menjaga kesinambungan pembagian dividen.