Ace Hardware Kini Kompetitor, ACES Pede Target Penjualan 6-8% di 2026
:
0
Tangkapan Layar Gregory S. Widjaja, Direktur ACES dalam Public Expose Live 2026 yang digelar PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (10/9/2026).
EmitenNews.com - PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) menargetkan pertumbuhan penjualan bersih 6-8% dan Same Store Sales Growth (SSSG) 2-4% pada 2026. Target itu disampaikan dalam Public Expose Live 2026 yang digelar PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (10/9/2026).
"Kinerja yang kami capai memberikan fondasi untuk melanjutkan pertumbuhan ke depan. Masih ada peluang untuk meningkatkan produktivitas dan memperluas jangkauan bisnis secara selektif," ujar Gregory S. Widjaja, Direktur ACES.
ACES merupakan perusahaan ritel multi-brand yang mengelola AZKO, ATARU, Pendopo, NEKA, dan Toys Kingdom. AZKO merupakan merek baru yang diluncurkan Kawan Lama Group setelah kerja sama lisensi merek ACE Hardware selama 29 tahun berakhir pada 31 Desember 2024.
Kawan Jadi Lawan, ACE Hardware Diboyong MAPI Kembali ke RI
Pada akhir Juli 2026, lisensi merek ACE Hardware di Indonesia beralih ke kompetitornya, kini dipegang oleh PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI). Meski begitu, pasar perlengkapan rumah tangga yang sebelumnya diisi oleh ACE Hardware di bawah jaringan eks-ACE kini bertransformasi menjadi AZKO.
Gregory menanggapi persaingan ini dengan supportive, "Kami sebagai perusahaan, sebagai pemain retail yang sudah bergerak lama di Indonesia, sudah 30 tahun, 31 tahun bahkan, dalam perjalanan kami tentunya kami sudah sangat terbiasa dengan adanya persaingan."
Pada Semester I 2026, laba bersih ACES yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat Rp390,3 miliar, naik 33,3% year on year. Penjualan bersih mencapai Rp4,5 triliun atau tumbuh 6,3% YoY. SSSG hingga Juni 2026 tercatat 2,2%.
Hingga Juli 2026, SSSG year to date berada di 2,0% dengan pertumbuhan penjualan 6,5% YoY.
Mengenai daya beli, Gregory mengatakan perusahaan fokus pada produk yang dibutuhkan masyarakat dengan harga terjangkau.
"Daya beli masyarakat merupakan salah satu faktor yang terus kami amati. Kami fokus menghadirkan produk yang berkualitas dan dibutuhkan masyarakat, semuanya dengan harga yang terjangkau," katanya.
Related News
INCO Kejar Proyek 3 Tambang Segera Beroperasi, Morowali Lebih Dulu
Kode Morgan Stanley Jual–Beli & Repo GOTO Jelang BEI Buka Batas Rp50
TINS Ketiban Berkah Pabrik iPhone di India, Market Share Naik 12%
Pengendali MGLV Jual 35 Juta Saham, Kepemilikan Turun Jadi 65,1 Persen
GGRM Resah, Bidik Profitabilitas Namun Daya Beli Tengah Menurun
Bursa Siang (10/9) Catat Asing Net Sell Rp1,3T, Berkutat di BBCA–BBRI





