TINS Ketiban Berkah Pabrik iPhone di India, Market Share Naik 12%
:
0
PT Timah Tbk (TINS) kala sesi press conference Public Expose Live, Kamis (10/9). Foto: EmitenNews/Wafi
EmitenNews.com - PT Timah Tbk (TINS) menilai pangsa pasar ekspor di India kian menjanjikan seiring meningkatnya perkembangan bisnis smartphone. Kontribusi market share India tumbuh hingga 12% dari sebelumnya hanya 5%.
Direktur Produksi dan Komersial TINS, Ilhamsyah Mahendra mengatakan bahwa pertumbuhan secara volume di India naik signifikan terhadap kontribusi market share PT Timah.
Menurut Ilham, hal itu tak lepas dari ekspansi pembangunan pabrik-pabrik handphone dan juga semikonduktor di India, khususnya di area kota Noida dan sekitarnya. Salah satunya yaitu adanya pembukaan pabrik Foxconn yang memproduksi produk iPhone.
“Adanya pembukaan pabrik Foxconn, proses produksi iPhone, tumbuh dari 33 juta handphone menjadi 55 juta. Ini jadi salah satu key drivers pertumbuhan market share di India,” kata Ilham.
Ia juga mengatakan bahwa TINS tengah membidik perluasan pangsa pasar ekspor ke Asia Tenggara hingga Eropa. Negara-negara itu yakni Filipina, Vietnam, serta United Kingdom (UK), khususnya di Southampton.
Sayangnya tak semua berjalan lancar, sebagaimana yang terjadi di pasar ekspor Timur Tengah. Ilham mengakui sempat mengalami penundaan, imbas konflik antara Iran dan AS beberapa bulan lalu.
“Dan tentu Middle East menjadi pasar target kita di tahun depan 2027, dan tentu beberapa negara Eropa dengan pertumbuhan volume di United Kingdom dan juga Vietnam, Filipina serta India,” tuturnya.
Sementara di pasar domestik, TINS belum membidik perluasan pasar karena sejauh ini TINS telah mendominasi hampir 100% market share domestic.
“Jadi belum ada pemain baru untuk kita supply,” tambahnya.
Kinerja Tumbuh di 1H26
Related News
Ace Hardware Kini Kompetitor, ACES Pede Target Penjualan 6-8% di 2026
Pengendali MGLV Jual 35 Juta Saham, Kepemilikan Turun Jadi 65,1 Persen
GGRM Resah, Bidik Profitabilitas Namun Daya Beli Tengah Menurun
Bursa Siang (10/9) Catat Asing Net Sell Rp1,3T, Berkutat di BBCA–BBRI
BBTN Geber Diversifikasi Bisnis, Sasar Kredit Non-Perumahan Hingga 30%
Suspensi Dicabut, 2 dari 3 Saham Ngegas ke Harga Atas





