Adu Sakti BBCA Vs BREN Berebut Takhta Market Cap Terbesar di Bursa Efek Indonesia
:
0
EmitenNews.com -Persaingan dua emiten penguasa kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) terus berlanjut. Bank Central Asia (BBCA) sebagai penguasa lawas yang telah bertahan hingga belasan tahun mendapat penantang baru dari sektor energy Barito Renewables Energy (BREN).
Pada penutupan perdagangan kemarin, Selasa 12 Desember 2023, saham BBCA mengalami koreksi 0,57 persen atau 50 poin ke level 8700 per saham. Sehingga market cap BBCA turun jadi 1.072,49 triliun.
Kemarin BBCA ditransaksikan sebanyak 16.058 kali senilai Rp763,23 miliar untuk 87,59 juta saham. Bergerak pada harga terendah 8.700 dan tertinggi kemarin di 8.750.
Sedangkan penantang baru BREN menguat tipis 0,66 persen atau naik 50 poin ke level 7.650 per saham, sehingga market cap BREN naik jadi 1.023 triliun.
Saham BREN ditransaksikan 17.131 kali senilai Rp262,67 miliar untuk 34,84 juta saham. Bergerak pada harga terendah 7.2225 dan harga tertinggi di 7.875.
Sedangkan pada awal pekan ini, senin 11 Desember 2023, BBCA kembali menjadi pemuncak kapitalisasi pasar pada penutupan perdagangan bursa. BBCA berada di level Rp8,750 per saham dengan nilai transaksi sebesar Rp686,2 miliar. Dengan level perdagangan itu, kapitalisasi pasar BBCA tercatat sebesar Rp1.067,8 triliun.
BREN pada penutupan perdagangan bursa Senin 11 Desember 2023, ditutup turun 450 point atau menyusut 5,6 persen ke level Rp7.600 per lembar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp297,7 miliar.
Dengan posisi penutupan di level itu, kapitalisasi pasar BREN tercatat senilai Rp1.016,7 triliun.
Dengan demikian, BREN langsung tergusur sebagai saham dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dicapainya pada akhir pekan lalu (08/12).
Untuk diketahui, saham pembangkit listrik Panas Bumi milik Prajogo Pangestu itu, berhasil menjadi pemuncak kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan sesi 1, Jumat (8/12/2023) lalu dengan harga tertinggi mencapai 8.100 per saham.
Related News
Akhiri Juni IHSG Rontok Lagi, Market Cap di Bawah 10 Ribu Triliun
Menanti Review S&P Bulan Juli hingga MSCI yang Jadi Overhang Terbesar
Merah Total, IHSG Kembali Terpuruk 2,42 Persen ke 5.679
Susunan Direksi BEI Periode 2026-2030, Ini Nama-Namanya
Baru Buka, IHSG Tetiba Anjlok 1,26 Persen ke 5.747
Vietnam Airlines Bidik Laba Meski Bahan Bakar Melonjak, Garuda Bisa?





