Berisiko, BPJS Ketenagakerjaan Genjot Kepesertaan Pengemudi Online

Ahli waris peserta jaminan kesehatan menerima santunan dari BPJS Ketenagakerjaan. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Baru sekitar 250 ribu pengemudi transportasi online terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Angka itu, masih jauh dibanding keseluruhan pekerja sektor tersebut dengan jumlah mencapai jutaan. Fakta itu, membuat Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus mendorong berbagai pihak, termasuk para penyedia aplikasi transportasi online untuk ikut peduli meningkatkan cakupan kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Pasalnya, keberadaan profesi pengemudi transportasi online saat ini telah menjadi bagian penting dari ekosistem ekonomi Indonesia. Sebagai pekerja mandiri rentan terhadap risiko kecelakaan kerja, dan kematian dapat mengakibatkan pekerja maupun keluarga bisa jatuh dalam jurang kemiskinan.
Seperti dialami almarhum Doni, seorang mitra gojek meninggal dunia akibat sakit. Beruntung pria sebagai tulang punggung keluarga tersebut telah mendaftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan sejak tiga tahun lalu, sehingga istri serta kedua anak yang ditinggalkan berhak atas manfaat Jaminan Kematian (JKM), dan beasiswa pendidikan untuk 2 orang anak dari jenjang TK hingga Perguruan Tinggi.
Manfaat senilai total Rp199 juta tersebut diserahkan langsung Plt Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek Suharto, bersama Direktur Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsos) Kemnaker Decky Haedar Ulum, didampingi Deputi Bidang Kepesertaan Program Khusus dan Keagenan BPJS Ketenagakerjaan I Putu Wiradana, serta Head of Indonesia Region Gojek Gede Manggala.
Istri almarhum Doni, Anita sempat tidak menyangka sang suami telah mendaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. ”Ini merupakan manfaat nyata sebagai wujud kehadiran negara dalam melindungi pekerja. Jadi, kalo bisa (pengemudi transportasi online) harus terdaftar BPJS Ketenagakerjaan, karena kita bekerja di jalan, dan tidak pernah tahu apa yang akan terjadi. Ini bermanfaat banget buat saya, dan keluarga," terang Anita.
Anita merasa tidak menemukan kesulitan saat mengurus klaim manfaat BPJS Ketenagakerjaan tersebut. Para pengemudi transportasi online mayoritas menggunakan roda dua berisiko tinggi. Kehilangan fokus akibat kelelahan dapat memicu kecelakaan berakibat fatal. ”Kami selalu menghimbau para driver untuk berperan aktif untuk ikut (jaminan sosial ketenagakerjaan). Karena kita tidak pernah mengerti yang namanya pengemudi menggunakan roda 2 itu sangat rentan (mengalami kecelakaan)," urai Suharto.
Hal senada juga diungkapkan Decky. Pemerintah sebut Decky, sebagai regulator terus berupaya untuk meningkatkan kepesertaan pengemudi transportasi online, salah satunya melalui kolaborasi dengan aplikator. "Kami terus mendorong kolaborasi antara BPJS (Ketenegakerjaan) dengan pihak aplikator, bagaimana bisa meningkatkan kepesertaan, termasuk juga bagaimana peserta itu membayar iuran secara fleksibel, dan itu salah satu yang difasilitasi saat ini oleh gojek. Itu mungkin salah satu yang bisa mendorong peningkatan kepesertaan," ucapnya.
I Putu Wiradana mengatakan kolaborasi BPJS Ketenagakerjaan dengan Kemenhub, Kemenaker, dan juga aplikator seperti gojek sudah berjalan sangat baik. Hanya Wira menilai perlu ada akselerasi perluasan kepesertaan. Dengan demikian Wira berharap akan makin banyak pekerja bisa kerja keras bebas cemas dengan terdaftar dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan.
Gede Manggala mengungkapkan kerja sama telah berjalan dengan BPJS Ketenagakerjaan melalui program swadaya menjadi salah satu paling penting bagi mitra pengemudi. "Ini salah satu yang menurut kami partner swadaya sangat baik. Nomor satu bukan hanya tingkat nasional tetapi juga daerah-daerah. Selalu ada teman-teman dari BPJS (Ketenagakerjaan) membuka loket di kantor kami, pada saat pendaftaran maupun untuk layanan," jelasnya.
Edukasi terhadap para mitra juga getol dilakukan lewat aplikasi, sosial media, termasuk juga dalam setiap acara kopdar komunitas-komunitas. Selain itu, gojek juga memberi kemudahan melalui fitur autodebet iuran BPJS Ketenagakerjaan dari saldo gopay masing-masing mitra.
"Kami melihat ini sangat penting. Tadi kami sempat berbincang-bincang akan berusaha terus meningkatkan kepesertaan atau dalam bahasa internal kita sebutnya meningkatkan penetrasi," tukasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jakarta Menara Jamsostek Mohamad Irfan menyambut baik kolaborasi tersebut. “Kami akan terus berupaya optimal melakukan akuisisi, dan edukasi pengemudi transportasi online untuk memberi perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi pengemudi transportasi online,” tegas Irfan. (*)
Related News

Balas Indonesia dengan Tarif Impor 32 Persen, Ini Alasan Trump

Hadapi Aksi Trump, Ekonom Ini Sarankan RI Evaluasi Kebijakan Dagang

Program JETP Jalan Terus, Sudah Masuk Rp18,15T Untuk 54 Proyek

Usai Semua Saham BUMN Masuk Danantara, Ini Harapan Sang CEO

Jaga Keandalan, Aplikasi Coretax DJP Sempat Alami Waktu Henti

Bermula dari KKV, Kini Gerai OH!SOME Sukses Memancing Pembeli