Bijih Besi Turun di Bawah CNY 760, Industri Baja RI Siap Hadapi Dampak
:
0
Harga kontrak berjangka bijih besi tergelincir hingga di bawah 760 Yuan (CNY) per ton.(Foto: Jual Besi Surabaya)
EmitenNews.com - Harga kontrak berjangka bijih besi tergelincir hingga di bawah 760 Yuan (CNY) per ton. Penurunan ini membalikkan tren penguatan dari level tertinggi dalam satu bulan terakhir, menyusul pelemahan musiman pada permintaan baja China dan menyempitnya margin keuntungan sejumlah pabrik.
Menurut data Trading Economics, penurunan harga komoditas global ini dipicu oleh gangguan aktivitas konstruksi akibat cuaca buruk di China. Curah hujan yang terus-menerus melanda wilayah China bagian selatan serta gelombang panas ekstrem di bagian utara secara signifikan mengurangi konsumsi baja di negara tersebut.
Data industri menunjukkan bahwa pemanfaatan kapasitas tanur tinggi di pabrik baja yang disurvei telah turun ke bawah 90 persen pada pekan lalu. Di saat yang sama, tingkat profitabilitas pabrik baja juga merosot hingga ke kisaran 37 persen. Tekanan terhadap harga bijih besi diperparah oleh tingginya volume persediaan serta melimpahnya pasokan fisik di pasar China.
Meskipun demikian, penurunan harga lebih lanjut berhasil tertahan oleh sentimen pengetatan pasokan. China Mineral Resources Group, lembaga kedinasan yang didukung pemerintah China, dilaporkan telah mengeluarkan larangan bagi beberapa pabrik baja untuk menerima pengiriman Super Special Fines dan Fortune Fines dari Fortescue. Kedua jenis produk tersebut merupakan bijih besi berkualitas rendah. Kebijakan ini memicu kekhawatiran pelaku pasar terkait ketersediaan pasokan fisik dalam jangka pendek.
Penurunan harga bahan baku baja di pasar internasional ini berpotensi memberikan dampak ikutan terhadap industri baja di Indonesia. Sebagai salah satu negara yang memiliki hubungan dagang aktif dengan China, fluktuasi harga bijih besi global dapat memengaruhi harga acuan baja domestik serta biaya impor produk baja bagi industri konstruksi dan manufaktur nasional.(*)
Related News
Pasokan Gas RI Susut, Morgan Stanley Proyeksi Dampaknya
Susul Wall Street, Saham Teknologi Pacu Nikkei 225 Naik 1,1%
Penurunan Harga Minyak Dorong Penguatan Emas Dunia
Pemilu Israel dan Diplomasi Iran Tekan Harga Minyak Dunia
Pajak dan Mobil Listrik Lokal Gerus Impor Otomotif China
Peluang Cuan, Lelang 380 Ribu Ton Beras Turun Mutu Prioritaskan UMKM





