EmitenNews.com -  Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara melalui PT Danantara Asset Management (DAM) resmi mencaplok tak tanggung-tanggung yakni, sekaligus empat perusahaan manajemen investasi milik Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dengan agregat total nilai transaksi berkocek sekitar Rp2,7 triliun.

Berdasarkan keterbukaan informasi BMRI, BBRI, hingga BBNI dikutip Senin (6/4/2026), transaksi tersebut mencakup pengambilalihan hampir 100 persen saham PT Mandiri Manajemen Investasi senilai sekitar Rp1 triliun dari anak usaha Bank Mandiri yakni, Mandiri Sekuritas. 

Selain itu, Danantara juga mengakuisisi 65 persen saham PT BRI Manajemen Investasi senilai Rp975 miliar dari Bank Rakyat Indonesia.

Selanjutnya, sekitar 100 persen saham PT PNM Investment Management diambil alih senilai Rp345 miliar dari Permodalan Nasional Madani, serta 99,9 persen saham PT BNI Asset Management senilai sekitar Rp359,6 miliar dari anak usaha Bank Negara Indonesia. 

Alhasil, Danantara kini menguasai mayoritas kepemilikan di empat entitas manajer investasi pelat merah tersebut dengan dana kelolaan agregatnya sebesar Rp2,7 triliun.

Penandatanganan Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) telah dilakukan pada 1 April 2026, yang menandai langkah awal konsolidasi bisnis manajemen investasi di bawah kendali Danantara. 

Induk usaha dari masing-masing entitas menyatakan bahwa transaksi afiliasi ini bertujuan memperkuat sinergi serta melengkapi kapabilitas bisnis, sehingga dapat memberikan nilai tambah yang lebih optimal.

Mengacu laporan Bloomberg, langkah ini juga sejalan dengan rencana penggabungan (merger) sejumlah perusahaan manajemen aset milik negara menjadi satu entitas terintegrasi.  

Meski demikian, hingga saat ini belum terdapat konfirmasi resmi dari pihak Danantara terkait realisasi rencana merger tersebut.