Dolar Melemah ke 101, Angin Segar Buat Rupiah
:
0
Indeks dolar Amerika Serikat tercatat melemah tipis ke level sekitar 101 pada perdagangan Kamis. (Foto: Tangselpos)
EmitenNews.com - Indeks dolar Amerika Serikat tercatat melemah tipis ke level sekitar 101 pada perdagangan Kamis. Penurunan yang melanjutkan tren negatif dari sesi sebelumnya ini berpotensi memberikan ruang penguatan bagi nilai tukar Rupiah di pasar domestik, meskipun para pelaku pasar masih dibayangi oleh lonjakan harga energi global.
Para pedagang global saat ini sedang mempertimbangkan ancaman inflasi baru dari biaya energi di tengah kondisi ekonomi AS yang melambat. Di saat yang sama, pasar keuangan terus mencari kejelasan mengenai prospek suku bunga bank sentral AS, The Federal Reserve.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Trading Economics, The Fed secara umum diperkirakan bakal mempertahankan suku bunga pada pertemuan pekan depan. Namun, ketidakpastian jangka panjang tetap membayangi pasar keuangan global dan pergerakan mata uang berkembang akibat sinyal kebijakan yang belum jelas dari Ketua The Fed baru, Kevin Warsh.
Pelemahan nilai dolar AS lebih lanjut sejauh ini masih tertahan oleh tingginya permintaan terhadap aset aman (safe haven). Investor cenderung berhati-hati merespons eskalasi ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang kian memanas.
Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa AS akan menyerang infrastruktur Iran jika terjadi serangan terhadap kapal di Selat Hormuz. Pernyataan tersebut dibalas oleh Teheran yang bersumpah akan menyerang balik target energi serta infrastruktur regional.
Situasi makin pelik setelah muncul serangan terhadap kapal tanker di Laut Merah untuk pertama kalinya sejak akhir Februari, yang mengancam arus perdagangan internasional.
Bagi Indonesia, kombinasi pelemahan dolar AS dan tingginya harga minyak dunia menjadi perhatian serius. Di satu sisi, penurunan indeks dolar AS dapat mengurangi tekanan depresiasi terhadap Rupiah. Namun di sisi lain, ketegangan di Selat Hormuz berisiko membengkakkan beban subsidi energi serta inflasi dalam negeri.(*)
Related News
Konflik Timur Tengah Dongkrak Minyak, Emas Antam Naik
Nikkei-KOSPI Melesat Disokong AI, Sinyal Positif Pasar RI
AS Segera Ketok Tarif Kerja Paksa 60 Negara, Indonesia Terancam
Bidik Dana Rp10 T, Kemenkeu Lelang Delapan Seri Sukuk Pekan Depan
Ekonomi Korea Selatan Kuartal II Tumbuh 0,6 Persen, Lampaui Perkiraan
Serangan Tanker Saudi Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia





