EmitenNews.com - Ekonomi Korea Selatan mencatatkan pertumbuhan sebesar 0,6 persen secara kuartalan pada kuartal kedua tahun 2026. Angka perkiraan awal ini melampaui ekspektasi pasar yang sebelumnya diproyeksikan sebesar 0,4 persen, meski melambat dari pertumbuhan kuartal pertama yang mencapai 1,8 persen.

Menurut laporan Trading Economics, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Korea Selatan ini didorong oleh kinerja ekspor yang kuat. Kinerja positif tersebut berhasil mengimbangi tekanan penurunan akibat konflik yang berkepanjangan di Timur Tengah.

Secara tahunan, perekonomian Negeri Ginseng tumbuh sebesar 3,7 persen pada kuartal kedua. Angka ini sedikit melambat dari 3,8 persen pada kuartal pertama, namun tetap berada di atas perkiraan pasar sebesar 3,5 persen.

Ekspor Korea Selatan tercatat tumbuh 1,4 persen, terutamanya didorong oleh permintaan produk-produk teknologi informasi seperti semikonduktor dan peralatan mesin. Sementara itu, impor tumbuh dengan laju yang lebih rendah, yakni sebesar 0,8 persen.

Dari sisi domestik, konsumsi swasta naik 0,4 persen yang didukung oleh kenaikan pengeluaran untuk barang dan jasa. Konsumsi pemerintah turut mengalami peningkatan tipis sebesar 0,2 persen.

Investasi dalam produk kekayaan intelektual mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 3,3 persen, disusul oleh kenaikan investasi fasilitas sebesar 0,2 persen. Sebaliknya, investasi konstruksi mengalami penurunan sebesar 0,2 persen akibat melemahnya aktivitas teknik sipil.

Secara kontekstual, kondisi ekonomi Korea Selatan ini berpotensi memberikan dampak positif bagi Indonesia. Sebagai salah satu mitra dagang utama dan investor penting di sektor manufaktur serta teknologi di kawasan Asia, stabilitas permintaan Korea Selatan terhadap bahan baku dan komoditas pendukung dapat menjaga momentum perdagangan bilateral dengan Indonesia.(*)