EmitenNews.com - FKS Food Sejahtera (AISA) akan melakukan kuasi reorganisasi. Itu dilakukan untuk menata kembali kondisi laporan keuangan konsolidasian perseroan. Tindakan itu penting agar perseroan bisa menunjukkan posisi keuangan lebih sehat, dan kinerja positif tanpa dibebani defisit masa lalu. 

Tindakan itu didasari sejumlah pertimbangan dengan tujuan sebagai berikut. Yaitu, supaya dapat memberi gambaran kondisi keuangan saat ini dan ke depan. Perseroan diharap dapat melanjutkan kinerja positif dengan lebih baik lagi (fresh start), dengan posisi keuangan saat ini tanpa dihantui defisit masa lalu. 

Lalu, dapat memperbaiki struktur ekuitas dengan mengeliminasi akumulasi rugi (defisit) dengan menggunakan komponen ekuitas lain seperti agio saham, selisih nilai transaksi retrukturisasi entitas sepengendali, dan penurunan modal saham. So, perseroan diharap lebih mudah memperoleh pendanaan pengembangan usaha. 

Dengan tidak adanya saldo defisit, diharapkan perseroan memiliki kemampuan untuk membagikan dividen di masa depan sesuai dengan peraturan berlaku, sehingga akan meningkatkan minat, dan daya tarik bagi investor untuk memiliki saham perseroan. Berdasar regulasi, kuasi reorganisasi bisa dilakukan dengan sejumlah ketentuan berikut.

Yaitu, memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan dan Standar Akuntansi Keuangan. Ada saldo defisit material dalam laporan keuangan tahunan auditan selama 3 tahun terakhir. Saldo defisit dianggap material jika nilai absolut saldo defisit tersebut lebih dari 60 persen dari modal disetor, dan 10 kali dari rata-rata laba tahun berjalan selama 3 tahun terakhir.

Terakhir, memiliki prospek baik, dibuktikan dengan adanya laba usaha atau laba operasional, dan laba tahun berjalan dalam laporan keuangan tahunan yang diaudit selama 3 tahun terakhir secara berturut-turut, dan dalam laporan keuangan yang diaudit yang digunakan sebagai dasar pelaksanaan rencana kuasi reorganisasi.

Sekadar informasi, pada 2025 perseroan mencatat saldo defisit Rp2,7 triliun. Rugi usaha pada 2017 sebagian besar disebabkan penyisihan penurunan nilai soal piutang pihak berelasi Rp4,3 triliun, dan penurunan nilai investasi Rp893 miliar. Memasuki 2023 hingga saat ini, perseroan berhasil membukukan laba usaha, dan laba neto konsisten disebabkan perluasan jalur distribusi pemasaran, penekanan biaya produksi lebih efisien. 

Kuasi reorganisasi akan dilakukan setelah mendapat izin investor. Untuk memperoleh restu tersebut, perseroan akan menggeber rapat umum pemegang saham luar biasa pada 15 Mei 2026. Peserta berhak terlibat dalam hajatan itu, harus tercatat sebagai pemegang saham alias recording date pada 22 April 2026. (*)