Emas Global Jeblok, Harga Emas Antam Ikut Turun Tipis
:
0
Emas batangan Aneka Tambang (Antam). (Foto: Antam)
EmitenNews.com - Harga emas batangan bersertifikat Aneka Tambang (Antam) mengalami penurunan pada perdagangan Senin, 20 Juli. Pelemahan di pasar domestik ini terjadi sejalan dengan jatuhnya harga emas global akibat eskalasi serangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang memicu spekulasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
Menurut lis harga yang tayang di laman logammulia.com, harga emas Antam per gram pada Senin ini berada di level Rp2.610.000, turun tipis Rp4.000 dibandingkan perdagangan hari Minggu yang mencapai Rp2.614.000. Penurunan lebih dalam terjadi pada harga pembelian kembali (buyback) yang merosot Rp8.000 per gram menjadi Rp2.341.000 per gram dari posisi sebelumnya Rp2.349.000 per gram.
Berdasarkan data Bloomberg, harga emas spot dunia melemah 0,6 persen ke posisi 3.992,91 USD per ons pada pukul 7.30 pagi di Singapura. Emas batangan global kini bergerak di kisaran 3.995 USD per ons setelah terkoreksi lebih dari 2 persen pada pekan lalu. Penurunan ini memperpanjang tren buruk emas yang sempat kehilangan 14 persen pada kuartal kedua, kinerja kuartalan terburuk sejak 2013.
Meskipun konflik Timur Tengah yang memasuki bulan kelima telah mengganggu jalur Selat Hormuz dan melambungkan harga energi, investor justru mengkhawatirkan dampak inflasi. Teheran menyatakan gencatan senjata dengan AS telah diabaikan, memicu kekhawatiran bahwa The Fed akan memperketat kebijakan moneter. Tingginya biaya pinjaman menjadi sentimen negatif bagi emas karena aset ini tidak memberikan imbal hasil.
Presiden Bank of Cleveland, Beth Hammack, dalam unggahan di LinkedIn menyatakan keprihatinan atas inflasi yang tinggi. Kekhawatiran ini direspons para pedagang swap yang memperkirakan adanya kenaikan suku bunga hingga akhir tahun 2026. Di pasar komoditas lain, harga perak turun 0,4 persen menjadi 55,70 USD per ons, sedangkan Indeks Spot Dolar Bloomberg menguat 0,1 persen.
Bagi Indonesia, penurunan harga emas Antam yang disertai penguatan dolar AS ini menjadi indikator tekanan ekonomi eksternal. Kenaikan harga minyak global akibat konflik tersebut berisiko mengerek inflasi impor dan memperbesar beban subsidi energi pada APBN, di tengah pergerakan nilai tukar rupiah yang rentan terhadap keperkasaan mata uang AS.
Berikut rincian emas Antam hari ini:
Pecahan 1 gram Rp2.610.000
Pecahan 5 gram Rp12.865.000
Pecahan 10 gram Rp25.595.000
Pecahan 25 gram Rp63.862.000
Pecahan 50 gram Rp127.645.000
Pecahan 100 gram Rp255.212.000
Pecahan 250 gram Rp637.765.000
Pecahan 500 gram Rp1.275.320.000
Pecahan 1.000 gram Rp2.550.600.000.(*)
Related News
Perluas Kapasitas, LJCSJ Kolaborasi China dan RI, Bidik Pasar Ekspor
Bank Jakarta KCP Kebayoran Park, Hadirkan Wajah Baru Lebih Modern
Perusahaan Pertukaran Baterai Pertama yang IPO, Yakinkan Investor
Bijih Besi Turun di Bawah CNY 760, Industri Baja RI Siap Hadapi Dampak
Dolar Mengamuk, Rupiah Tertekan Kekhawatiran Fiskal Domestik
Dolar AS Menguat, Pasar Waspada Dampak Konflik Timur Tengah





