EmitenNews.com - Transformasi bisnis yang dijalankan PT Green Power Group Tbk (LABA) mulai menunjukkan hasil. Setelah memperluas bisnis ke manufaktur dan perdagangan baterai sejak 2025, emiten energi terbarukan ini berhasil mendongkrak profitabilitas meski penjualannya masih menurun.

Manajemen LABA, dalam materi paparan publik, Senin (27/7/2026) mengungkapkan bahwa  pada kuartal I 2026, perseroan membukukan laba bersih Rp6,09 miliar atau melonjak 207,86% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,98 miliar.

Lonjakan laba tersebut terjadi di tengah penjualan bersih yang turun 61,55% menjadi Rp3,36 miliar dari sebelumnya Rp8,74 miliar.

Perbaikan kinerja didorong oleh efisiensi operasional. Harga pokok penjualan berhasil ditekan 57,01% menjadi Rp1,30 miliar dari Rp3,03 miliar pada kuartal I 2025. Kondisi itu membuat margin laba perseroan meningkat meski nilai penjualan lebih rendah.

Sebagai bagian dari transformasi bisnis, LABA telah membentuk empat anak usaha baru, yakni PT Green Power Battery (GPB), PT Sustainable Energy Development Trading (SEDT), PT Green Power Precision Indonesia (GPPI), serta PT Aceh Mineral Abadi (AMA).

Keempat entitas tersebut menjadi fondasi pengembangan bisnis baterai, perdagangan energi, hingga pengelolaan mineral pendukung industri energi baru.

Ke depan, manajemen menegaskan perseroan akan terus memperkuat bisnis baterai dan energi terbarukan secara bertahap dan berkelanjutan. Fokus pengembangan diarahkan pada peningkatan kapasitas produksi dan manufaktur baterai, pengembangan usaha pendukung energi bersih, serta perluasan ekosistem kendaraan ramah lingkungan.

LABA juga akan memperluas kerja sama dengan berbagai mitra strategis di sektor energi terbarukan guna memperkuat sinergi bisnis. Di saat yang sama, perseroan menegaskan komitmennya memperkuat tata kelola perusahaan, manajemen risiko, dan kepatuhan agar ekspansi bisnis berjalan aman sekaligus menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Perseroan akan menggelar public expose tahunan pada Kamis, 30 Juli 2026 di Jakarta pada 30 Juli 2026, pukul 10:30 WIB. Agenda yang dibahas terkain kinerja keuangan, kondisi bisnis terkini, dan rencana bisnis Perseroan ke depan.

Sementara itu, harga saham LABA tercatat menguat 2 poin atau 2,17% pada pukul 14:32 WIB. Jika dilihat dalam periode sebulan, harga sahamnya mencatat kenaikan 8,05% atau 7 poin.