Hang Seng Stabil, Sektor Teknologi Dongkrak Shanghai
:
0
Indeks Hang Seng Hong Kong diperdagangkan datar di posisi 25.133, sementara bursa China menguat berkat dorongan sektor teknologi dan kecerdasan buatan (AI).(Foto: Magnific)
EmitenNews.com - Pergerakan pasar saham kawasan Asia menunjukkan dinamika bervariasi pada Selasa. Indeks Hang Seng Hong Kong diperdagangkan datar di posisi 25.133, sementara bursa China menguat berkat dorongan sektor teknologi dan kecerdasan buatan (AI).
Di Hong Kong, investor memilih bersikap menunggu rilis data inflasi terbaru sembari memantau konflik Timur Tengah yang memicu kenaikan harga minyak serta kekhawatiran suku bunga. Penurunan Indeks Hang Seng relatif terbatas berkat dukungan langkah stabilisasi pasar oleh Beijing dan membaiknya pasar properti komersial, ditandai mulai terisinya menara perkantoran milik CK Asset Holdings.
Berdasarkan data Trading Economics, sejumlah saham mencatatkan penguatan seperti Z.AI Co. naik 9,7 persen, Lenovo naik 2,2 persen, Semiconductor Manufacturing Corporation naik 1,5 persen, Hong Kong Exchanges and Clearing naik 1,1 persen, serta Tencent menguat 0,9 persen.
Sementara itu, Indeks Shanghai Composite naik 0,4 persen ke level 3.812 dan Shenzhen Component menguat 0,7 persen seiring meredanya aksi jual pada saham teknologi. Pelaku pasar fokus mencermati laporan keuangan perusahaan teknologi global terkait prospek reli pasar AI.
Sentimen pasar turut terdongkrak kabar rencana IPO GigaAI oleh Jijia Vision di Hong Kong tahun ini, serta langkah startup seperti DeepSeek, Moonshot AI, dan 01.ai yang mulai menjajaki pasar modal untuk mempercepat komersialisasi teknologi.
Penguatan saham berbasis teknologi dan AI di China dipimpin oleh Eoptolink Technology yang melonjak 5,6 persen, Hygon Information Technology naik 5,0 persen, Zhongji Innolight menguat 2,5 persen, dan Cambricon Technologies bertambah 1,6 persen.
Kombinasi stabilnya bursa Hong Kong dan menggeliatnya saham teknologi China memberikan sentimen positif bagi pasar modal Indonesia. Kondisi ini berpotensi memberikan dorongan bagi saham sektor teknologi di Bursa Efek Indonesia (BEI), meski pelaku pasar domestik tetap mewaspadai dampak lonjakan harga energi global terhadap laju inflasi.(*)
Related News
Didukung China, Menkeu Umumkan Panda Bond USD1 Miliar Terbit 23 Juli
Rupiah Jauhi Level 18.000 per USD Hari Ini
Kemenkeu Siapkan Jurus Ini Jaga Stabilitas Keuangan Semester II
Pasar Saham Asia Bangkit Saat Iran Isyaratkan Terima Gencatan Senjata
Harga Emas Dunia Tertahan Konflik, Emas Antam Melemah Rp9.000
Dolar Perkasa di 101, Konflik AS-Iran Sulut Inflasi





