EmitenNews.com - Pemegang saham utama di atas 5 persen Minna Padi Investama Sekuritas (PADI) mengalami pergeseran. PT Sentosa Bersama, entitas bisnis kerap dikaitkan dengan sosok Hapsoro Sukmonohadi (Happy Hapsoro), suami Puan Maharani, melepas seluruh kepemilikan saham di Minna Padi menjadi nol.

Berdasar laporan bulanan PADI edisi 7 April 2026, sebelumnya Sentosa Bersama tercatat memegang 650 juta lembar atau setara 5,75 persen. Menyusul divestasi, membuat porsi kepemilikan masyarakat melonjak tajam menjadi 98,056 persen dari periode sebelumnya 92,306 persen.

Senior Technical Analyst, M. Nafan Aji Gusta menilai keluarnya sosok investor besar seperti Happy Hapsoro dapat memberikan tekanan terhadap pergerakan saham di pasar. Itu lantaran perubahan struktur kepemilikan seringkali direspons negatif oleh pelaku pasar, terutama dalam fase awal.

“Ketika ada tokoh besar keluar dari kepemilikan saham, tentu akan ada tekanan jual. Dalam jangka pendek, harga saham berpotensi bergerak volatil, bahkan cenderung melemah,” ujar Nafan.

Selain itu, berkurangnya kepemilikan saham di atas 5 persen juga dapat memunculkan ketidakpastian arah bisnis perusahaan ke depan. Pasalnya, absennya pemegang saham pengendali yang kuat dinilai dapat memengaruhi persepsi investor terhadap stabilitas dan strategi jangka panjang emiten.

Di sisi lain, lanjut Nafan, meningkatnya porsi saham beredar di publik atau free float juga berpotensi membuat pergerakan harga menjadi lebih dinamis. Kondisi ini bahkan dapat membuka peluang terjadinya mekanisme full call auction (FCA) apabila volatilitas meningkat signifikan.

Meski begitu, investor dinilai masih memiliki ruang untuk mencermati perkembangan lebih lanjut sebelum mengambil keputusan investasi. Salah satu yang perlu diperhatikan adalah hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) maupun Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), terutama terkait perubahan susunan manajemen dan arah kebijakan perusahaan.

“Investor sebaiknya memantau RUPS atau RUPSLB, karena dari sana akan terlihat arah bisnis dan strategi perusahaan ke depan,” tambah Nafan.

Adapun pada perdagangan Jumat (10/4/2026) saham PADI ditutup menguat 29 persen atau naik 29 poin ke level Rp129. (*)