EmitenNews.com - Radana Bhaskara Finance Tbk (HDFA) membidik penyaluran pembiayaan Rp4,1 triliun pada tahun 2026. Target tersebut dipatok HDFA seiring membaiknya kinerja sepanjang semester I 2026.

Direktur HDFA, Setiawan Nurtjahja menyampaikan bahwa untuk mencapai target terebut, perseroan akan mengoptimalkan produk utama pembiayaan produk yang dimiliki. Yaitu, Asset-based Financing (ABF) atau pembiayaan investasi berbasis aset dan pembiayaan modal kerja sebagai pendamping dari ABF.

Sepanjang semester I 2026, HDFA berhasil membalikkan rugi di periode sama tahun lalu dengan mengemas laba bersih Rp1,53 miliar dari rugi Rp82 miliar. Lalu dari sisi pembiayaan, HDFA telah menyalurkan pembiayaan baru mencapai Rp1,64 triliun kepada nasabah.

“Realisasi pembiayaan untuk semester 1 ini sesuai dengan strategi perusahaan untuk lebih selektif dan berhati-hati sesuai dengan keadaan pasar saat ini,” ujar Setiawan dalam Public Expose, Selasa (8/9).

HDFA juga menangkap potensi pertumbuhan investasi alat berat dan truk di Indonesia. Karena itu, perseroan telah menempatkan perwakilan di Samarinda, Banjarmasin, Pontianak, dan Makasar untuk menangkap peluang tersebut.

Selain itu, segmen usaha pada industri terkait sumberdaya alam, seperti pertambangan dan perkebunan, mewakili hampir 50 persen dari portofolio pembiayaan HDFA.

“HDFA meyakini masih terdapat potensi pertumbuhan signifikan dari market saat ini, khususnya pelaku UKM dan wirastawan di daerah yang berada dalam value chain segmen-segmen usaha yang akan bertumbuh sejalan dengan ekosistem yang berkembang,” tutur Setiawan.