EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup melemah 0,12 persen menjadi 6.678 setelah sempat menguat hingga level 6.700. Faktor negatif terutama dari kenaikan harga minyak mencapai level USD100 per barel untuk Brent, tersebabkan peningkatan ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

Secara teknikal, IHSG masih bertahan di atas level MA5. Indikator Stochastic RSI berpotensi membentuk Golden Cross area pivot. Namun, terjadi sedikit penyempitan histogram positif MACD. Dengan demikian, IHSG diprediksi bergerak sideways. Sepanjang perdagangan Kamis, 10 September 2026, IHSG akan menyusuri kisaran 6.600-6.700.

Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia meningkat pada level 118.5 Agustus 2026 dari Juli 2026 level 116.8. Itu merupakan kenaikan pertama dalam empat bulan terakhir. Kenaikan IKK itu, didukung perbaikan penilaian konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini, dan peningkatan ekspektasi terhadap kondisi ekonomi ke depan.

Kondisi itu, terlihat dari Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) naik di level 109.4 pada Agustus 2026 dari Juli 2026 di level 107.9. Demikian juga dengan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) meningkat menjadi 127.6 dari 125.7. Sementara itu, data penjualan ritel Indonesia diperkirakan turun 3,3 persen YoY edisi Juli, setelah turun 3 persen YoY periode Juni 2026.

Penjualan mobil di Indonesia meningkat 32,4 persen YoY pada level tertinggi selama 6 bulan 81.756 unit pada Agustus 2026, meski melambat dari edisi Juli 2026 dengan kenaikan 33,3 persen YoY. Peningkatan itu, karena penyelenggaraan GIIAS 2026 berlangsung dari 29 Juli hingga 9 Agustus 2026.

Sementara itu, untuk penjualan sepeda motor tumbuh 3,18 persen YoY mencapai 596,461 unit pada Agustus 2026, melambat dari 8,3 persen YoY pada Juli 2026 di tengah kenaikan inflasi. Berdasar data itu, Phintraco Sekuritas menjagokan saham Merdeka Gold (EMAS), Dian Swastatika (DSSA), Antam (ANTM), Alamtri Minera? (ADMR), dan Elnusa (ELSA). (*)