IPAC Cabut dari Bursa, Pengendali Tawar Saham Publik Rp250 per Helai
:
0
Personel Era Graharealty pada suatu kesempatan. Foto: Dok EmitenNews.com
EmitenNews.com - Era Graharealty (IPAC) berencana go private dan delisting alias mundur dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Itu dilakukan karena ada perubahan strategi bisnis sehingga tidak butuh pendanaan melalui pasar modal, dan tidak ada rencana menggalang dana melalui pasar modal.
Selain itu, juga untuk meningkatkan efisiensi termasuk biaya operasional perseroan dengan tujuan meningkatkan daya saing di pasar makin kompetitif. Tidak kalah penting memiliki fleksibilitas dalam menjalankan kegiatan usaha, termasuk dalam upaya untuk melakukan pengembangan bisnis, dan restrukturisasi usaha (dalam hal diperlukan).
Berdasar evaluasi secara menyeluruh atas strategi bisnis jangka panjang perseroan, dan grup dalam pengelolaan aset, dan kegiatan operasional lebih efisien, termasuk melalui restrukturisasi kepemilikan saham dalam grup, perseroan memutuskan untuk melaksanakan rencana go private, dan delisting.
Kalau rencana go private, dan delisting disetujui para pemodal, APAC Investment 2 Pte. Ltd., pemegang saham utama dan pengendali perseroan, akan melakukan penawaran untuk membeli saham publik melalui penawaran tender sukarela sebagaimana diatur Peraturan OJK No. 54/POJK.04/2015.
APAC Investment telah menyiapkan anggaran Rp22,32 miliar untuk tender sukarela tersebut. Dana tersebut akan dimaksimalkan untuk menyerap 89.305.900 saham publik alias 9,402 persen dari seluruh saham telah ditempatkan, dan disetor penuh perseroan. Harga tender sukarela itu, lebih tinggi 77 poin alias 44,5 persen.
Kalau rencana go private, dan delisting disetujui, makaa pemegang saham publik yang tidak bersedia menjual saham dalam valuntary tender offer (VTO) akan tetap menjadi pemegang saham perseroan dengan status perusahaan tertutup.
Nah, untuk mendapat persetujuan rencana itu, perseroan akan menggeber rapat umum pemegang saham luar biasa pada 20 Oktober 2026 pukul 10.00 WIB di TCC Batavia Tower One Lantai 8 Suite, Jalan KH Mas Mansyur, Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Investor bisa ikut rapat harus tercatat sebagai pemegang saham pada 25 September 2026. (*)
Related News
Penjualan Tembus Rp87,51 Triliun, Laba HMSP Naik 44,35% Hingga Q3 2026
Volatilitas Transaksi Efek Disorot BEI, Ini Jawaban Emiten Hapsoro
BNI Catat Laba Operasional Sebelum Pencadangan Tertinggi dalam Sejarah
Melejit 14,7 Persen, AUTO Raup Laba Rp1,80 Triliun
Big Banks Jadi Sasaran Jual Asing, Net Sell Rp578,3M di Sesi I (27/10)
Suspensi Jilid II, BEI Suspensi Lagi Perdagangan Saham Emiten MNC Ini





