EmitenNews.com - Mitra Komunikasi Nusantara (MKNT) private placement maksimal Rp922,92 miliar. Itu dengan menerbitkan 922,92 miliar saham bernominal Rp1 per lembar. Private placement itu, untuk mengonversi utang Headwell Bintang Energi Hijau (HBEH), dan Mantra Capital Persadan (MCP).

Para kreditur akan melakukan injeksi tunai senilai Rp100 miliar. Injeksi modal itu, dilakukan HBEH Rp82 miliar, dan MCP senilai Rp18 miliar. Dana tersebut kemudian, digunakan untuk mendukung kegiatan usaha Raja Udang Malingping (RUM), dan Citra Baru Steel (CBS).

Manajemen perseroan menyampaikan penerbitan saham baru tersebut bertujuan memperbaiki posisi keuangan perusahaan melalui pelunasan kewajiban utang. “Private placement untuk memperbaiki posisi keuangan melalui pelunasan utang dan konversi utang menjadi saham,” tulis manajemen MKNT.

Pelaksanaan penambahan modal tersebut berpotensi menimbulkan efek dilusi kepemilikan hingga sekitar 99,41 persen bagi pemegang saham. Selain itu, transaksi tersebut juga akan memicu perubahan pengendali perseroan. Setelah aksi korporasi terealisasi, HBEH diproyeksi menjadi pengendali baru dengan porsi sahan kepemilikan sekitar 80,7 persen saham MKNT.

Sementara itu, MCP akan menguasai sekitar 18,7 persen saham perseroan. Adapun, porsi kepemilikan masyarakat diperkirakan akan terdilusi signifikan dari sebelumnya sekitar 66,1 persen menjadi sekitar 0,41 persen. Sebelum transaksi, HBEH, dan MCP diketahui belum memiliki saham MKNT.

Rencana penambahan modal sekaligus perubahan pengendali itu, akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham yang dijadwalkan berlangsung pada 16 April 2026. Kalan transaksi tersebut terealisasi, jumlah saham beredar MKNT akan melonjak signifikan menjadi sekitar 928,42 miliar lembar dari sebelumnya 5,5 miliar saham. (*)