Katadata Green dan BEI Dorong Penguatan ESG, Lewat Ini
:
0
Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong penguatan prinsip environmental, social, and governance (ESG) di sektor bisnis Indonesia, khususnya di pasar modal.
EmitenNews.com- Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong penguatan prinsip environmental, social, and governance (ESG) di sektor bisnis Indonesia, khususnya di pasar modal. Untuk itu, IDX bersama Katadata Green menggelar diskusi bertajuk Strengthening ESG Implementation in Indonesia's Business Sector yang diselenggarakan di IDX Main Hall pada Senin (22/7).
Kegiatan ini merupakan rangkaian acara menuju Sustainability Action for the Future Economy (SAFE) 2024. Fokus utama dari penyelenggaraan acara ini adalah membahas langkah-langkah OJK dalam mendorong perusahaan publik untuk mengadopsi prinsip-prinsip sustainability, serta strategi IDX dalam mengoptimalkan pengembangan investasi hijau dan bursa karbon di pasar modal Indonesia.
Dalam kegiatan SAFE 2024 yang akan diselenggarakan pada 7 Agustus 2024, Katadata akan merilis Katadata Index yang merupakan alat penilaian terdepan terkait kinerja ESG perusahaan di Indonesia. Mencakup hampir 200 perusahaan nasional di tujuh sektor, Katadata ESG Index menjadi yang terbesar di Indonesia. Indeks ini menyediakan benchmarking yang relevan dan mendalam serta membantu perusahaan meningkatkan praktik keberlanjutan mereka. Transparansi dan wawasan dari indeks menjadi informasi yang menarik bagi investor yang peduli terhadap tanggung jawab sosial dan lingkungan.
“Seiring dengan diluncurkannya indeks saham berbasis ESG dan berkelanjutan dari waktu ke waktu, hingga Juni 2024 total AUM reksadana berbasis ESG mencapai Rp8,21 triliun,” ujar Chief Executive of Capital Markets, Financial Derivatives, and Carbon Exchange Supervision of OJK Inarno Djajadi saat pembukaan acara Road to SAFE di Jakarta, Senin (22/7). Lebih lanjut Inarno mengungkapkan, dirinya memiliki keyakinan bahwa masa publikasi dan Sukuk tematik di Indonesia akan terus berkembang meski saat ini masih relatif kecil dibandingkan Sukuk tematik yang diterbitkan di ASEAN.
Turut hadir dalam acara diskusi ini President Director of IDX Iman Rachman, Vice Chairman Coordinator for Maritime, Investment, and Foreign Affairs KADIN Shinta Kamdani, dan Co-Founder and CEO of Katadata Metta Dharmasaputra.
Shinta Kamdani mengatakan, acara ini merupakan cara bagi pelaku usaha untuk memperkuat implementasi dari ESG. Di dalam era perubahan iklim yang semakin nyata kebutuhan akan ESG semakin mendesak bagi kita semua. Lebih lanjut, Shinta menerangkan, mengutip World Economic Forum, ESG menjadi indikator fundamental di mana sosial dan tata kelola menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan investor, karyawan dan konsumen.
“Karena itu, perusahaan mau tidak mau perlu beradaptasi lebih cepat di tengah tuntutan transparansi dan pengembangan ESG,” ujar dia.
Related News
Saham Komoditas (IDXBASIC) Gugur 7,8 Persen, Usulan Royalti Tekan IHSG
Gegara Debt Collectornya Prank Damkar, Dirut Indosaku Kena Denda OJK
Freeport Tunda Produksi Tambang Grasberg, Ini Alasannya
28,4 Persen Energi India dari Tenaga Surya, Indonesia Berapa?
BTN Dongkrak Bahasa Inggris dan Hospitality UMKM Samosir Naik Kelas
Pekan Ini, DSSA, INCO, dan AADI Hiasi Saham Top Losers





