EmitenNews.com -Ahmad Sadat, seorang wirausaha dan investor kelahiran 1972 di Malang. Setelah menyelesaikan studinya di Universitas Brawijaya pada tahun 1995, ia mengambil jalur pendidikan lanjutan dengan meraih gelar Master of Business Administration (MBA) dari School of Business and Management (SBM) - ITB dan Aalto University Finlandia pada tahun 2015.

 

Saat ini, beliau memegang jabatan sebagai Presiden dan Pendiri Asiavesta Strategic Investment, sebuah perusahaan investasi yang berfokus pada perusahaan kecil hingga menengah yang telah mapan. Asiavesta mencari entitas bisnis yang memiliki pondasi yang kuat, keunikan dalam model bisnisnya, potensi pertumbuhan yang menjanjikan, serta dampak yang besar. Visi perusahaan adalah untuk membantu entitas bisnis ini melakukan transformasi menjadi korporasi yang lebih besar melalui proses pertumbuhan anorganik.

 

Ia memulai karirnya sebagai Account Manager di Franklin Covey Indonesia (Dunamis Consulting) pada tahun 1995. Selang beberapa waktu, ayahnya sakit dan meminta Ahmad Sadat untuk kembali ke kampung halamannya. Dalam situasi sulit ini, Sadat memutuskan untuk melanjutkan usaha keluarganya yang bergerak di bidang pengepulan kulit sapi. Usaha ini awalnya dirintis oleh ayahnya, H Sholeh Baidowi, sejak tahun 1968, kata Ahmad Sadat saat melakoni wawancara Khusus dengan EmitenNews.com

 

Ketika Ahmad Sadat mulai mengemban bisnis keluarganya, Indonesia tengah menghadapi krisis moneter hebat pada tahun 1998 menyebabkan banyak usaha pengepul kulit sapi gulung tikar. Namun, Sadat dapat mengidentifikasi peluang di tengah krisis tersebut, yaitu dengan membeli kulit dari pedagang lain dan mengarahkannya ke pasar ekspor di Eropa. Strategi ini ternyata sangat menguntungkan dan membantu perusahaan keluarganya berkembang.

 

Pada tahun 2000, Sadat merintis pendirian sebuah perusahaan yang lebih besar, PT Agrisatwa Jaya Kencana bisnis yang bergerak dalam bidang penggemukan sapi. Perusahaan ini mengalami potensi pertumbuhan yang positif seiring berjalannya waktu, mampu menampung hingga 40.000 ekor sapi dengan kapasitas produksi mencapai 120.000 ekor sapi setiap tahunnya.