Kisi-Kisi Dividen Bank Jago (ARTO), Ada Pertanda Cair?
:
0
PT Bank Jago Tbk (ARTO). Foto: EmitenNews/Wafi
EmitenNews.com - PT Bank Jago Tbk (ARTO) memutuskan belum berencana membagikan dividen bagi para pemegang saham. Hal ini terungkap dalam press conference Public Expose Live ARTO, Kamis (10/9).
Direktur Finance & Operations Bank Jago (ARTO), Supranoto Prajogo menerangkan bahwa hingga saat ini perseroan belum ada rencana membagikan dividen. Ia beralasan bahwa Bank Jago masih membidik ruang pertumbuhan yang lebih besar.
Sehingga dalam tiga sampai empat tahun ke depan, Bank Jago akan memfokuskan kinerja perseroan untuk memperoleh modal yang cukup, baik untuk ekspansi dan kebijakan pembagian dividen.
“Saat ini kami belum merencanakan untuk membagikan dividen, karena kami melihat Bank Jago ini pertumbuhannya masih cukup besar. Mungkin dalam 3-4 tahun, apabila kami merasa memiliki modal cukup untuk ekspansi, kami akan pertimbangkan memberikan dividen tersebut,” kata Supranoto, Kamis (10/9).
Di samping itu, Supranoto menyampaikan sepanjang semester I 2026, Bank Jago (ARTO) menunjukkan pertumbuhan dari sisi jumlah nasabah, dana pihak ketiga (DPK) hingga kredit.
Penyaluran kredit tercatat sebesar Rp26,6 triliun pada akhir Juni 2026, meningkat 24% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp21,4 triliun.
“Bank Jago berupaya menjaga kualitas penyaluran kredit dengan baik yang terlihat dari rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross 0,8%, lebih rendah dibanding rata-rata NPL perbankan nasional,” lanjut Supranoto.
Sementara total DPK Bank Jago mencapai Rp27,6 triliun, meningkat 23% dari Rp22,4 triliun pada akhir Juni tahun lalu. Pencapaian ini didorong oleh pencapaian 20,1 juta nasabah pada posisi akhir Juni 2026, yang mencakup 14,7 juta nasabah funding pengguna Aplikasi Jago.
Pertumbuhan tersebut turut mendorong total aset Bank Jago yang mencapai Rp41,4 triliun dan laba bersih mencapai Rp189 miliar per semester I-2026.
Bank Jago juga memiliki rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) yang cukup untuk mendukung ekspansi bisnis ke depan, yaitu pada level 28,4%.
Related News
GGRM Resah, Bidik Profitabilitas Namun Daya Beli Tengah Menurun
Bursa Siang (10/9) Catat Asing Net Sell Rp1,3T, Berkutat di BBCA–BBRI
BBTN Geber Diversifikasi Bisnis, Sasar Kredit Non-Perumahan Hingga 30%
Suspensi Dicabut, 2 dari 3 Saham Ngegas ke Harga Atas
Samator (AGII) Pastikan Siap Lunasi Surat Utang Jatuh Tempo 10 Oktober
Astra (ASII) Beber Alasan VTO Saham AUTO, Free Float Aman?





