Literasi Sebagai First Defense dan Investasi di Pasar Modal Harus Mudah dan Murah
:
0
Jeffrey menambahkan para pendahulunya itu sudah memiliki standar yang tinggi, sehingga menurutnya saat ini tugasnya hanya meneruskan apa saja yang sudah bagus dan melakukan dengan sungguh-sungguh.
Yang jelas, ungkap Jeffrey pengalaman 21 tahun di perusahaan sekuritas dan telah belajar dari 3 Direktur Pengembangan Bursa sebelumnya menjadi bekal untuk bisa melanjutkan dan melahirkan inovasi-inovasi baru dibidang pengembangan dan riset bursa.
“Sejak dulu telah sering berkeliling melakukan literasi bersama Bu Kiki dan belajar untuk terus mengembangkan industri ini. Dari Pak Hasan Fauzi ya belajar bagaimana harus bisa mendevelop produk, karena kedepannya Bursa harus banyak mendevelop produk baru sebagaimana indeks-indeks baru akan dikeluarkan supaya reksadana punya acuan dan juga tentunya mengembangkan produk derivatif. Sedangkan dari Pak Nicky Hogan, Dia belajar bagaimana mengembangkan pasar dengan cara marketing by psikologi dengan penggunaan slogan-slogan yang strong hingga pada akhirnya bisa melanjutkan tongkat estafet menjadi Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia dari para pendahulunya,” tutup Jeffrey dengan senyum penuh semangat.
Sekilas Tentang Jeffrey Hendrik
Jeffrey Hendrik memulai karier di PT Zone Pratama (1994-1996), kemudian melanjutkan sebagai Corporate Finance PT Transpacific Securindo (1996-1999) dan sebagai Direktur Utama PT Phintraco Sekuritas (1999-2022). Beliau juga merupakan Anggota Komite Perdagangan dan Penyelesaian Transaksi Efek BEI (2019-2020), Pengurus Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) Anggota Departement Perdagangan Efek (2020-2022), dan Anggota Task Force Keuangan Berkelanjutan OJK sejak tahun 2021.
Related News
Hitung RBC Asuransi, OJK Sesuaikan dengan Metode Standar Global
Kenaikan Saham Sektor Energi, Dorong Penutupan IHSG MenguatÂ
15 Calon IPO Masuk Radar Bursa, Rencana Melantai di April-Juni 2026
BEI Depak 18 Emiten, Efektif 10 November 2026
BEI Resmikan SPPA untuk Kuotasi Repo, Transaksi Tembus Rp751,6 Triliun
9 Saham Terpapar HSC, BEI Minta Emiten Segera Bertindak





