EmitenNews.com - Astra Graphia (ASGR) menyudahi 2025 denan torehan laba bersih Rp271 miliar. Melonjak 32 persen dibanding periode sama akhir 2024 di level Rp205 miliar. Oleh sebab itu, laba per saham dasar dan dilusian menjadi Rp200,61 dari sebelumnya Rp151,71.  

Pendapatan bersih Rp2,99 triliun meningkat 6 persen dari Rp2,81 triliun. Beban pokok pendapatan Rp2,26 triliun, bengkak dari Rp2,16 triliun. Laba kotor Rp724,6 miliar, melejit dari Rp649,19 miliar. Beban penjualan Rp1440,53 miliar, turun dari Rp141,53 miliar. Beban umum dan administrasi Rp299,63 miliar, susut dari Rp303,55 miliar.

Penghasilan keuangan Rp70,74 miliar, naik dari Rp55,35 miliar. Biaya keuangan Rp4,75 miliar, turun dari Rp5,2 miliar. Rugi selisih kurs Rp3,76 miliar, bengkak dari Rp308 juta. Beban lain-lain Rp4,99 miliar, drop dari untung Rp2,28 miliar. Beban pajak penghasilan Rp71,05 miliar, bengkak dari Rp51,58 miliar. 

Hendrix Pramana, Presiden Direktur Astra Graphia mengatakan pertumbuhan pendapatan bersih konsolidasian terutama didorong kinerja positif segmen Solusi Teknologi Informasi, yang telah mentransformasi bisnis menjadi IT Professional Services. Loncatan laba bersih dari peningkatan laba kotor 12 persen baik dari segmen Solusi Dokumen maupun segmen Solusi Teknologi Informasi. 

Astragraphia terus melakukan operational excellence, digitalisasi dalam proses bisnis, dan inovasi berkelanjutan turut berkontribusi terhadap capaian positif tersebut. Selain itu, pengelolaan arus kas lebih optimal ikut mendorong pertumbuhan laba bersih. “Astragraphia memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan melalui Sustainability Framework and Aspiration diimplementasikan melalui prinsip tata kelola perusahaan yang baik,” ucapnya. 

Integrasi nilai-nilai keberlanjutan dalam strategi Triple-P (Portfolio, People, dan Public Contribution) menjadi landasan dalam memastikan seluruh aktivitas bisnis sejalan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Sebagai salah satu wujud komitmen itu, Astragraphia menjalin kolaborasi strategis dengan Rumah BUMN, sebuah wadah pemberdayaan UMKM inisiasi Kementerian BUMN, untuk mendorong UMKM Indonesia naik kelas. 

Kolaborasi itu, diwujudkan melalui program Kelas ASIK (Kelas Astragraphia untuk Industri Kreatif) berbagai kota Indonesia. Sejalan komitmen itu, pada kuartal empat 2025, Astragraphia meraih penghargaan Indonesia Best Public Company Awards 2025 dalam kategori Commercial Services Industry for Formidable Listing Performance. 

Penghargaan tersebut menjadi refleksi atas konsistensi perusahaan dalam menjaga transparansi, akuntabilitas, dan kepatuhan terhadap regulasi sebagai fondasi pertumbuhan bisnis berkelanjutan. (*)